Dinkes Pastikan Perawat Pekon Terima SK Bupati Lambar

24

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Kabar adanya perawat pekon hasil perekrutan Pemkab Lampung Barat (Lambar), memilih mundur karena hanya mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari peratin bukan dari bupati, mendapatkan respon dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lambar Widyatmoko Kurniawan menegaskan, bahwa para perawat pekon, dipastikan akan menerima SK Pengangkatan dari Bupati. Terkait dengan SK yang telah diterima dari peratin, itu akan menjadi dasar untuk penerbitan SK bupati.

”Sekarang Peraturan Bupati masih digodok, nantinya mereka akan mendapatkan SK bupati, dan untuk SK yang telah diterima dari peratin itu akan menjadi dasar penerbitan SK bupati, jadi kami imbau kepada perawat pekon untuk bersabar dan tidak ada yang membohongi,” ungkap Wawan, sapaan akrab Widyatmoko Kurniawan.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Pesawaran Serahkan Bantuan Untuk IKM Dan UKM di Desa Hanura

Hanya saja, kata dia, para perawat tersebut tidak bisa menuntut untuk menjadi honor daerah (Honda) karena memang untuk gaji dari para perawat tersebut dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APB-P).

”Jadi awalnya kan memang tidak dijanjikan untuk jadi honor daerah karena gaji dari pekon bersumber APB-Pekon, hanya saja untuk SK itu SK bupati, dan Insha Allah dalam waktu yang tidak lama Perbup-nya selesai dan penerbitan SK bupati-nya segera diproses,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tidak terima hanya mendapatkan SK Peratin beberapa perawat pekon yang direkomendasi Dinkes Lambar mengundurkan diri.

Salah seorang perawat pekon yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, dalam rekrutmen perawat pekon, ia dijanjikan akan mendapatkan SK Bupati dan akan berstatus Honda.

BACA JUGA:  Bupati Mesuji Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pengadilan Agama

Namun, pada faktanya SK diturunkan oleh peratin atau hanya berstatus Honor Desa (Hondes).

“Kami awalnya sangat bersemangat setelah mendapatkan informasi adanya rekrutmen Perawat Desa pengangkatan Honor Daerah,” kata sumber.

Ia mengakui, bahwa telah menyampaikan keluhan kepada oknum yang mendampingi dirinya dalam pendaftaran sebagai perawat pekon, bahwa apa yang dijanjikan oknum tersebut berbeda dari kenyataan dilapangan.

Oleh sebab itu, Ia meminta pemerintah terutama Dinas Kesehatan, memberikan pelurusan kepada perawat yang sudah direkomendasi sebagai perawat pekon, karena mungkin bukan dirinya saja dan beberapa rekannya yang lain yang merasa tertipu olah oknum.

Selain itu, meminta kepastian apakah memang benar akan ada pengangkatan para perawat pekon itu berstatus Honor Daerah dengan SK bupati. (Hendri)