Diduga Aniaya Kakek Berusia 65 Tahun, Warga Pekon Datar Lebuay Diamankan Polisi

33

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang kakek berusia 65 tahun, seorang petani berinisial SO (35), warga Dusun Mekar Sari Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus ditangkap polisi.

Tersangka SO ditangkap petugas Polsek Pulau Panggung, karena diduga melakukan.penganiyaan terhadap korban.Lasimin (65), pemilik penggilingan kopi yang juga warga Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan.

Dari penangkapan itu, terungkap dugaan penganiayaan karena kesalahpahaman antara tersangka dan korban terkait upah penggilingan kopi atau lazim disebut bawon.

Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Musakir mengungkapkan, tersangka SO ditangkap berdasarkan laporan korbannya pada.24 Mei 2021z karena.dipukul memakai kayu pada bagian kepala dan tangan.

“Berdasarkan laporan tersebut, hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendekatan keluarga serta untuk menghindari konflik sosial maka tersangka ditangkap dengan bantuan kepala pekon (Kakon) Datar Lebuay, Rabu (25/5/2021) saat berada di rumahnya,” ungkap Iptu Musakir, Kamis (27/5/2021).

Dikatakan Kapolsek, dalam perkara tersebut turut diamankan potongan kayu dan hasil visum luka korban.akibat pukulan tersangka So.

BACA JUGA:  Bunda Mardiana Diminta Jadi Ketua Forum KWT Lampung Tengah

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian pada Jumat 21 Mei 2021 sekira pukul 07.30 WIB di Dusun Mekar Sari Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus.

“Korban memasukkan kopi, kedalam karung kemudian diikat dan ditimbang serta mengambil biji kopi seberat kurang lebih 2,5 kg dengan diwadahi menggunakan karung terpisah sebagai upah atau bawon,” ujar Iptu Musakir.

Namun, lanjut Kapolsek, tidak lama kemudian terjadi perselisihan antara keduanya, karena tersangka SO emosi melihat korban langsung mengambil karung yang berisi kopi seberat 2,5 kg tersebut yang menurutnya ada kecurangan dan langsung memukul menggunakan kayu bakar kearah kepala korban.

Akibat pukulan tersebut, mengenai kepala, dan korban jatuh tersungkur kemudian mencoba bangun dan langsung dipukul kembali oleh tersangka SO, dan
mengenai lengan tangan korban karena coba menangkis.

BACA JUGA:  Bupati Lamteng Sambut Kunker Kakorbinmas Baharkam Polri

Selanjutnya, korban berlari keluar dari pabrik mencari pertolongan sambil berteriak, dan tersangka SO masih mengejar sampai dijalan umum dan langsung memukul kebagian kepala. Kemudian, datang saksi Sarwono dan langsung memegangi tersangka SO untuk memisah keduanya.

Kemudian, saksi mengajak tersangka untuk mengikuti korban ke pabrik untuk menimbang kebali kopi sisa gilingan yang sudah dipisahkan oleh korban. Namun, lagi-lagi tersangka memukul korban di bagian bibir mulut korban sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kosong.

“Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan robek dibagian kepala atas, luka memar dan robek dibagian bibir, patah tulang/retak dibagian pergelangan tangan sebelah kanan. Sehingga melaporkan ke Polsek Pulau Panggug,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolsek Pulau Panggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Terhadap tersangka dijerat pasal 351 ayat 2 KUHPidana ancaman maksimal 5 tahun penjara,” tandasnya. (HL-andi/*)