Polsek Limau Bekuk Resedivis Curat Pembobol Musala di Pekon Umbar

6

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Seorang resedivis kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial HZ (30), warga Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus dibekuk Polsek Limau, Polres Tanggamus.

Tersangka HZ yang sangat meresahkan warga, karena telah berulang kali melakukan pencurian, ditangkap setelah teridentifikasi melakukan pembobolan Musala At-Taqwa di Pekon Umbar.

Dari penangkapan tersebut, terungkap, ternyata tersangka sudah berulang kali melakukan pencurian, setelah bebas mengikuti program asilimilasi pada tahun 2020 lalu l.

Pencurian lain diantaranya, sepeda motor di Pekon Umbar, pencurian di kantor Pekon Umbar, dan sering mencuri barang milik warga seperti magiccom, beras, jahe dan hasil ladang.

Kapolsek Limau, AKP Oktafia Siagian, SH mengungkapkan, tersangka ditangkap setelah Irdoil (59) selaku pengurus Musala At-Taqwa, melapor karena kehilangan barang-barang di musala tersebut.

BACA JUGA:  Pemilu 2024, PPP Lamtim Targetkan Satu Fraksi di DPRD

Kemudian, setelah melakukan serangkaian penyelidikan serta berdasarkan keterangan saksi-saksi sehingga tersangka berhasil diidentifikasi sedang berada di Kecamata Pardasuka Kabupaten Pringsewu.

“Setelah teridentifikasi, tersangka berada di Dusun Pagaralam, Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu sehingga dilakukan penangkapan, Selasa (1/6/2021) malam,” jelas AKP Oktafia Siagian mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya SIK, Rabu (2/6/2021).

Dikatakannya, dalam penangkapan itu turut diamankan barang bukti milik Musala At-Taqwa berupa Amplifer merek TOA warna hitam, microphone warna hitam dan alat kejahatan berupa sepeda motor Yamaha Vixion warna putih milik tersangka.

“Barang bukti tersebut diamankan saat disembunyikan oleh tersangka di Pardasuka,” ujarnnya.

BACA JUGA:  Polres Lampura Periksa Kendaraan Arus Balik, Warga Wajib Bawa Surat Rapid Antigen Covid-19

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kronologis kejadian
pencurian diketahui saat ia bersama saksi Hermanto (60) akan melaksanakan sholat subuh di musala, Kamis (27/5/2021) tidak lagi mendapati Amplifer merek TOA warna hitam dan microphone warna hitam.

“Atas kehilangan tersebut, pengurus masjid kemudian berkoordinasi dengan aparatur pekon, dan akhirnya melapor ke Polsek Limau karena mengalami kerugian senilai Rp2,7 juta,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan keterangan tersangka, pencurian itu dilakukannya seorang diri dengan masuk melalui pintu musala lalu mengambil barang tersebut.

“Saat ini, tersangka dan barang bukti ditahan di Polsek Limau guna proses penyidikan lebih lanjut, dan tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (HL-Andi/*)