UPTD PP Lampung Barat Sosialisasi Tunggakan PKB

7

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Pendapatan (UPTD-PP) Wilayah XIV Lampung Barat (Lambar), melakukan sosialisasi terkait dengan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sosialisasi yang digelar, sasarannya lima kecamatan yang terbesar terjadi tunggakan yakni, Kecamatan Way Tenong, Sukau, Sekincau, Balik Bukit dan Sumberjaya.

Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan (PP) Wilayah XIV Kabupaten Lambar, Desilia Putri mengungkapkan, selain sosialisasi secara langsung dengan menemui masyarakat di pusat keramaian, seperti pasar dan fasilitas umum lainnya itu, pihaknya juga menemui aparat pemerintahan kecamatan dengan maksud mengajak pihak kecamatan dan juga pekon bisa bersama-sama mensosialisasikan terkait adanya program pemutihan pajak kendaraan di Provinsi Lampung tak terkecuali di Lambar.

BACA JUGA:  Septi Istiqlal Bagikan Masker dan Makanan di Rutan Krui, Wujud PKK Peduli Covid-19

”Untuk sosialisasi tersebut sasarannya lima kecamatan yang kami jadwalkan pekan ini, kelima kecamatan tersebut merupakan kecamatan dengan tunggakan PKB terbesar di Lambar, harapannya melalui sosialisasi yang kami lakukan, masyarakat bisa memanfaatkan program pemutihan PKB dan juga beas balik nama (BBN),” ungkapnya.

Lanjut dia, pemutihan PKB dan BBN ini akan memberi manfaat tidak hanya untuk provinsi tetapi juga untuk kabupaten, dimana hasilnya juga untuk kabupaten. Selain itu sasaran program pemutihan ini yakni untuk mendidik dan mengajak masyarakat taat pajak, serta dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Catat! Kadis PUPR Lampung Utara Janji Bangun Jembatan di Desa Gunung Gijul

”Karena itu tentunya perlu dukungan semua pihak, utamanya camat dan peratin yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk mensosialisasikan terkait program pemutihan yang tengah berlangsung,” kata dia.

Terlebih, lanjut Desilia, berdasarkan data per 31 Desember 2020, ada sekitar 27 ribuan kendaraan roda dua (R2), Roda Tiga (R3) dan Roda Empat (R4) dengan potensi pendapatan mencapai sebesar Rp6,2 miliar.

”Artinya jumlah kendaraan yang menunggak PKB sangat tinggi di Lambar, karena itu kita harus bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya taat pajak, karena itu merupakan salah satu sumber untuk pembiayaan pembangunan,” pungkasnya.(HL-Hendri/*)