Masuk Daftar Situasi Covid-19 Level 4, Pemkot Metro Terapkan PPKM Mikro secara Ketat

38

HEADLINELAMPUNG, METRO-Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sacara ketat. Itu menyusul  masuknya Kota Metro dalam daftar assesmen situasi Covid-19 level 4 di Indonesia.

Bersama Kota Bandarlampung, Kota Metro merupakan satu dari 43 kabupaten dan Kota di Indonesia yang perlu penanganan ekstra dalam menekan penyebaran virus corona.

Sehari setelah penetapan sebagai daerah yang wajib menerapkan PPKM Mikro secara ketat, Walikota setempat, langsung mengeluarkan Instruksi nomor 11/INS/LL-01/2021, tentang PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) dalam rangka pengendalian Covid-19 tingkat kelurahan di Kota Metro.

BACA JUGA:  Bupati Lamtim Pimpin Rapat Penanganan Covid-19

Walikota Metro, Wahdi menyebutkan, sesuai ketentuan tersebut, Pemkot memberikan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Bagi masyarakat yang melanggar prokes akan dipidana dengan kurungan paling lama 2 hari, atau denda paling banyak Rp 250 ribu,” kata Wahdi, Rabu (07/07/2021).

Menurutnya, aturan PPKM mikro diperketat tersebut telah diberlakukan sejak 6 Juli 2021 hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

“Telah diberlakukan sejak ditandatangani yakni pada 6 Juli 2021 hingga tanggal 2021 mendatang. Masyarakat yang melanggar aturan akan langsung dikenakan sanksi tegas berupa denda atau kurungan,” ujar dia.

BACA JUGA:  Pemkab Lambar Gelar Himpun Adat Bersama Empak Kepaksian Sekala Bekhak

Dalam Instruksi Walikota Metro nomor 11 tersebut, juga dijelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dilakukan secara daring atau online.

“Selain itu, pelaksanaan kegiatan di tempat kerja sebanyak 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen work from office (WFO),” urainya.(HL-dwi)