Bupati Lamtim Hadiri Rakor Penanganan Covid-19

15

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TIMUR-Bupati Lampung Timur (Lamtim), M Dawam Rahardjo menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 Terkait Lampung Timur Masuk Zona Merah di aula Rumah Dinas Bupati setempat, Kamis (15/07/2021).

Selain M.Dawam Rahardjo hadir pula, Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, Dandim 0429/ Lampung Timur, Letkol Kav Joko Subroto, Kapolres Lampung Timur, AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Ariana Juliastuty, Sekertaris Daerah Kab Lamtim Mouch Jusuf, Para Asisten, Sekertaris Dispora, Meilinda Sari, Direktur RSUD Sukadana, dr.Wayan, Para OPD, Kepala Bagian serta Camat Bumi Agung, Hendra Septiawan.

BACA JUGA:  Teknologi Informasi Menjadi Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Dalam rapat tersebut Dawam Rahardjo menyampaikan bahwa Lampung Timur Masuk Zona Merah.

“Akhir-akhir ini di Kabupaten Lampung Timur Covid-19 peningkatannya sangat cepat sehingga membuat Lampung Timur masuk Zona Merah, sengaja saya adakan rapat dadakan ini untuk mengantisipasi semakin naiknya angka terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Lampung Timur,” ujarnya.

Bupati Dawam.berharap, dengan diadakannya rapat ini Pemkab Lamtim mendapatkan gagasan terkait dengan penanganan pandemi Covid-19.

“Varian baru virus Covid-19 ini , angat mudah menyebar, sehingga kita perlu melakukan upaya-upaya untuk memberikan imbauan dan edukasi ke masyarakat lebih ditingkatkan lagi, semoga setelah rapat PPKM mikro ini kita dapat menghasilkan gagasan serta masukan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

BACA JUGA:  Bunda PAUD Way Kanan Pimpin Rakor Raperda PAUD Holistik Integratif

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Azwar Hadi menyampaikan bahwa laporan yang disampaikan ke Provinsi Lampung harus lebih dipahami terkait, dengan peningkatan Covid-19 di wilayah Lamtim.

“Saya pribadi masih tidak percaya, mendapatkan laporan bahwa Kabupaten Lamtim berstatus Zona Merah. Jadi, saya minta Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 untuk dapat dipahami terkait dengan laporan yang disampaikan ke Provinsi Lampung apakah berdasarkan Swab Antigen atau hanya Polymerase Chain React ion (PCR),” pungkasnya.(HL-Edwar/*)