Pemkab Pesibar Surati SPBU Pertamina Lintik soal Pengecoran Dirigen Premium

97

HEADLINELAMPUNG, PESISIR BARAT-Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat melalui Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan mengirimkan surat resmi kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, SPBU Lintik 23-34509 Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesibar.

Dalam surat itu, Pemkab Pesibar meminta pihak SPBU Lintik 23-34509 untuk tidak melayani pembelian BBM jenis Premium kepada Kurniawan warga Pekon Penegahan yang menggunakan surat dari pekon dan diketahui melakukan pembelian BBM Premium sebanyak 1 ton/hari.

Kepala Dinas Koperindag-UKM Kabupaten Pesibar melalui Sekretaris Abdul Halim, Selasa (27/7/2021) mengatakan, telah mengirimkan surat pemberitahuan Kepada SPBU Lintik dengan No:510/206/lV.15/2021, dan Kurniawan untuk tidak melayani pengecoran BBM jenis Premium dengen dasar surat Peratin atau kepala desa (Kades) Penengahan Kecamatan Karya Penggawa.

BACA JUGA:  Binmas Polres Pesawaran Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

Dalam surat pemberitahuan dari Dinas Koperindag-UKM Kabupaten Pesibar kepada SPBU Pertamina Lintik disebutkan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI No: 191/2014, tentang Penyadiaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), Keputusan Bupati Pesisir Barat No: B/SO9 MPTSAV 15/HK-PSD/2020, tentang Perubehan Ama Keputusan Bupati Pesiar Barat No: B/477/KPTSIW 15/HK-PSB/20185, tentang Tim Pengawas Peredaran Bahan Bakar Minyak (Beraubatdi Premium), Pertamax, Pertalite. Solar di Kabupaten Pesisir Barat, dan Surat Rekomendasi Lurah/Peratin dari Pekon Penengahan tantang Pembelian BBM di SPBU Lintik No: 47O/85/lV.08.07/2020.

Kemudian, dalam surat itu disebutkan, pada Kamis, 21 Juli 2021 Surat Rekomendasi dari Peratin Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa No: 470/B5/VII 08 07/2020, tentang Pembakan BBM di SPBU Lintik Krui Selatan atas nama Kurniawan tidak berlaku lagi.

BACA JUGA:  TP-PKK Pringsewu Raih Juara Pertama Lomba Kesra PKK-KKBPK Kesehatan Tingkat Provinsi

Selanjutnya, apabila dikemudian hari masih melayani pembelian BBM kepada Kurniawan, maka Dinas Koperindag-UKM Kabupaten Pesibar, akan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, terkait surat Peratin Penengahan atas nama Kurniawan, Pengelola dan Pengawas SPBU Lintik mengatakan, tidak ada kebijakan terkait pemberian BBM sebanyak 1 ton kepada Kurniawan.

“Saya tidak ada kebijakan dalam pemberian tersebut. Ini, perintah anaknya Bos (Awang),” jelas Suwono.

Ia mengakui, pengecor BBM pakai dirigen dikenakan biaya pengecoran Premium 1 derigen isi 35 liter sebesar Rp3 ribu.

“Biaya pengecoran Rp3 ribu itu, kita ambil untuk operasional SPBU Lintik. Diantaranya, ganti lampu, dan makan supir tanki,” ujar Suwono. (HL-Bw)