Bupati Lampung Utara Tinjau PTM Terbatas di SMPN 7 Kotabumi

11
Bupati Lampung Utara, Budi Utomo saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama PTM Terbatas di SMPN 7 Kotabumi, Senin (30/08/2021). (foto: diskominfo)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA-Sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Bupati Lampura, Budi Utomo meninjau
langsung hari pertama pelaksanaan PTM Terbatas di SMPN 7 Kotabumi, Senin (30/08/2021).

Dilakukannya kegiatan PTM di sekolah tersebut, mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang mewajibkan sekolah memberikan layanan tatap muka terbatas setelah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mendapat Vaksin Covid-19.

Bupati Budi mengatakan, dilaksanakannya PTM Terbatas sejumlah sekolah di Kabupaten Lampura sesuai SKB 4 Menteri yang menyebutkan, dalam kegiatan belajar mengajar ini hanya diikuti 50 persen siswa dengan sistem rotasi atau secara bergantian dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).

BACA JUGA:  Nah Loh, Bupati Umar Ahmad Sindir Pejabat Tubaba Kurang Inovasi

“Walaupun sedang diuji dengan pandemi covid-19, sehingga seluruh kegiatan terganggu dan juga berdampak pada stagnannya perekonomian daerah, kita tetap patut bersyukur kepada Allah SWT,” kata Bupati Budi kepada para murid dan guru di SMPN 7 Kotabumi.

Ia juga mengingatkan kepada tim Gugus Tugas Covid-19 agar terus melakukan evaluasi kegiatan PTM Terbatas di sekolah.

BACA JUGA:  Komunitas Otomotif Jelajah Lampung Peduli Bagikan Sembako di Pringsewu

“Apabila masih ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka kegiatan belajar tatap muka harus dihentikan,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk para dewan guru, khususnya kepala sekolah (Kepsek), para murid diberikan bimbingan, baik secara pendidikan umum maupun hal-hal lain yang terkait dengan bagaimana untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya harapkan, para guru menjadi contoh yang baik bagi murid dengan mematuhi Prokes, untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(HL-dra)