Duduk Santai Menunggu Pelanggan, Ternyata Polisi yang Datang

31
Kasat Reserse Narkoba Polres Lamteng AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata. (foto: Gunawan Syah)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Duduk santai menunggu pelanggan, ternyata polisi yang datang, seorang pengecer sabu-sabu ditangkap.

Tersangka AD (43) warga Kaplingan Gunungjaya, Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), adalah seorang pengecer narkoba jenis sabu-sabu tangkap Satuan Res Narkoba Polres Lamteng, Selasa (31/08/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reserse Narkoba, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Oni Prasetya, Rabu (01/09/2021).

Menurut Kasar Res Narkoba, ditangkapnya tersangka AD, bermula dari informasi warga yang resah, akibat ulahnya yang meracuni masyarakat dengan narkoba jenis sabu-sabu.

BACA JUGA:  Sekdaprov Fahrizal Darminto Gowes Bareng APWI Lampung

Ia mengatakan, berbekal informasi dari warga pihaknya melakukan under cover, (penyamaran) dengan berpura-pura menjadi pembeli.

“Saat kami datangi, ternyata tersangka sedang duduk santai menunggu pelanggan yang akan membeli sabu-sabu,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, saat petugas menanyakan barang haram tersebut. Tersangka tanpa ragu-ragu memberikannya, karena tidak mengira orang yang datang adalah polisi yang akan menangkapnya.

“Saat tersangka menunjukan barang-bukti, saat itu juga kami tangkap,” imbuhnya.

Tersangka lunglai, dan idak mengira bahwa yang datang hendak membeli.sabu-sabu adalah polisi.

“Tersangka berhasil kita amankan berikut barang bukti. Selanjutnya, kami lakukan penggeledahan kembali ditemukan sejumlah barang bukti di dinding dapur rumahnya,” ujar AKP Yofi.

BACA JUGA:  Kodim 0426/TB Melaksanakan Upacara Kenaikan Pangkat

Selain itu, petugas juga berhasil menyita plastik klip bening dan alat hisap sabu-sabu. Saat itu juga tersangka AD dibawa ke Mapolres Lamteng guna pengembangan lebih lanjut.

“Saat ini tersangka dan barang-bukti, kita amankan di Mapolres Lamteng guna pengembangan lebih lanjut, dan dibidik dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112, ayat (1) UU No: 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 sampai 22 tahun penjara,” pungkasnya.(HL-Gunawan)