Eka: PTM Terbatas di Sekolah Tunggu Level Covid-19 Turun

4
Sekretaris Disdikbud Bandar Lampung, Eka Afriana. (foto: Azroni)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung memalukan rapat dengar pendapat (RDP), Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas siswa SMP.

Dalam RDP dengan Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Sekretaris Disdikbud, Eka Afriana menjelaskan, PTM Terbatas
akan dilaksanakan setelah turunnya level Covid-19.

“Saat ini kita melakukan persiapan menuju PTM terbatas. Jum’at nanti akan ada vaksin untuk siswa kelas 9 yakni sebanyak 7000 vaksin,” ujar Eka Aprilianti, usai RDP dengan Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Rabu (01/09/2021).

Disinggung kapan pastinya sekolah tatap muka dilaksanakan? Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan pelaksanaan PTM. Pasalnya, ketentuannya menunggu zona level 3.

“Kita nggak bisa bicara pasti, tapi mudah-mudahan Bandar Lampung minggu depan sudah level-3 ya. Dan kita juga menunggu intruksi bu Walikota Eva Dwiana. Vaksin siswa SMP pertama 7000 dan kedua nanti 10 ribu. Bertahap karena jumlah vaksin terbatas, vaksin ada di sekokah yang akan tatap muka,” jelasnya.

BACA JUGA:  34 Balon Kepala Pekon di Pringsewu Ikuti Tes Seleksi

Nah, beberapa sekokah yang akan melaksanakan PTM terbatas antara lain, SMPN 2 SMP N 1 dan SMPN 6 selanjutnya sekolah yang sudah siap 3 lagi antara lain SMP 29, 14 dan 32.

“Siswa yang masuk sekolah pada PTM terbatas 50 persen dari jumlah kelas. Simulasinya siswa kelas 9 lebih dahulu. Kan mereka sudah di vaksin, masuk 50 persen belajar 2 jam per hari. Sebelum siswa masuk kelas prokes dijalankan salah satu yang disampaikan ke walimurid alat tulis tidak boleh pinjam bawa air minum dari rumah, bawa masker cadangan, hensenitaizer dan menjaga jarak,” urainya.

Sejauh ini, imbuh Bunda Eka, respons orang tua siswa sangat antusias akan sekolah tatap muka terbatas. Namun demikian, bagi orangtua yang tidak ingin anaknya ikut PTM terbatas, sekolah tetap membuka daring. “Daring masih berlangsung juga, orang tua yang ingin anaknya tetap daring silahkan,” ucapnya.

Di lain sisi, Sekretaris Komisi IV Ali Wardana menjelaskan jika uji coba PTM terbatas ini dilakukandi 6 sekolah SMP.

BACA JUGA:  Satnarkoba Polres Tubaba Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

“Untuk SD nanti dulu, yang masuk SMP ini saja kelas 9 dan yang sudah di vaksin, ketika di 6 sekolah ini selesai uji coba dan hasil baik, maka sekolah lain juga akan menyusul. Karena uji coba ini 80 persen sudah vaksinasi. Kalau guru, 100 persen tervaksin, tapi kalau murid ada juga orang tua yang tidak izinkan anaknya tidak vaksin, kita tidak bisa memaksa,” jelasnya.

Oleh karena itu juga, DPRD mengimbau kepada sekolah -sekolah yang melaksanakan PTM terbatas kepada kepala sekolah agar melakukan pengawasan prokes secara ketat.

“Kepsek awasi betul prokes. Guru-guru yang akan mengajar jangan sampai meninggalkan kelas saat pembelajaran dan guru juga wajib menunjukkan antigen negatif covid-19. Kami juga minta hari pertama masuk sekolah Disdik buat tim gugus tugas dalam rangka mengawasi pembelajaran tatap muka sekolah terbatas,” tandasnya. (HL-bud/ron)