Dosen IAIN Metro Sampaikan Jurus Jitu Berinteraksi di Ruang Digital

15
Dosen Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Metro, Aliyandi A Lumbu. (fofo: ist)

HEADLINELAMPUNG, METRO-Aliyandi A Lumbu menjadi narasumber dalam Web Seminar (Webinar) sesi interaksi Siberkreasi informasi terbaru Program Nasional Literasi Digital Indonesia 2021 bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi Informatika (Kemen Kominfo), Selasa (07/09/2021).

Literasi Digital bertema “Tips Menjadi Sultan di Era Digital” yang diselenggarakan secara virtual tersebut dibuka langsung oleh Gubernur, Lampung Arinal Djunaidi.

Aliyandi Lumbu, yang merupakan dosen Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Metro Lampung, menguraikan Cara Berinteraksi di Ruang Digital Sesuai Etika.

“Pengguna internet di Indonesia adalah 2021 juta jiwa dan menghabiskan sekitar 8 jam per hari berada di internet,” kata dia.

Untuk itu, kata Aliyandi, diperlukan pemahaman cara berinteraksi dan kolaborasi di ruang digital sesuai etika untuk para pengguna internet dan terdapat beberapa jurus jitu berinteraksi di ruang digital.

BACA JUGA:  Pasien Positif Corona Asal Lambar Meninggal di RSUAM

“Jurus jitu berinteraksi di ruang digital di antaranya: menggunakan kata-kata yang layak dan sopan; waspada dalam menyebarkan informasi; menghargai karya orang lain dengan mencantumkan asal sumber; membatasi untuk menyebarkan informasi yang bersifat pribadi; dan memahami Platform untuk berkolaborasi,” urainya.

Adapun, alasan-alasan digunakannya jurus jitu berinteraksi di ruang digital karena berdasarkan penelitian, netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Pasifik yang pada hal ini berbanding terbalik dengan persepsi orang luar negeri yang menganggap orang Indonesia adalah orang ramah dan murah senyum.

Alasan kedua, waspada dalam menyebar informasi yaitu karena Indonesia memiliki polisi virtual. Alasan ketiga, harus mencantumkan sumber karena telah diatur pada Pasal 2 UUHC (Undang-Undang HAk Cipta) dan pelanggar UUHC ini dijerat dengan ancaman pidana pasal 72 UUHC.

BACA JUGA:  Sarana Parkir RSUD ZAPA Way Kanan Dipihaketigakan, Ini Tarifnya

Alasan keempat, membatasi untuk menyebarkan informasi yang bersifat pribadi (over sharing), karena  data pribadi yang dapat digunakan orang-orang tidak bertanggung jawab. Alasan kelima, bijak menggunakan Platform untuk berkolaborasi karena dalam berkolaborasi ada bayak platform atau media yang dapat kita gunakan untuk berkolaborasi.

“Namun perlu diperhatikan dengan cermat kebutuhan dalam menunjang berkolaborasi,” paparnya.

Selain Aliyandi A. Lumbu, webinar tersebut diisi beberapa narasumber dari berbagai latar belakang profesi, seperti Dosen Tetap Akpar NHI, Dickey Eikal, Program Director of DEL FM Radio, Princess Angelina May, Influencer, dengan Moderator, Minarti Putri.(HL-dwi)