Pria asal Pringsewu Ini, Nekat Gantung Diri

28
Jenazah korban yang meninggal dunia, dengan cara gantung diri sedang dimandikan sebelum pemakaman. (foto: ist)

HEADLINELAMPUNG, PRINGSEWU-Lantaran tidak kuasa menahan sakit menahun yang dideritanya, seorang kakek warga Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, bernama Hasanudin (67) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Korban pertama kali ditemukan saksi Siti (19) yang tak lain menantu korban pada Minggu (19/09/2021) jam 05.30 WIB.

Kapolsek Pagelaran, Iptu Hasbulloh saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya telah menerima laporan warga terkait adanya warga Pekon Pamenang yang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

“Korban bernama Hasanudin, dan bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan diatas pohon jati,” ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Hamid Andri Soemantri SIK.

BACA JUGA:  Adi Erlansyah Sambangi Mapolres Pringsewu

Kronologis kejadian bermula saat saksi Siti membuka pintu samping rumah, kemudian dirinya melihat ada sesosok tubuh yang tergantung di pohon jati setinggi 3 meter yang berada didepan rumah.

Kaget mengetahui ada orang yang gantung diri, saksi langsung berteriak memanggil suami dan anggota keluarga yang ada didalam rumah dan memberitahukan adanya orang yang tergantung tersebut.

Setelah didekati ternyata yang gantung diri adalah Hasanudin yang tak lain mertuanya sendiri.

Setelah polisi melakukan evakuasi korban dan olah TKP, proses identifikasi dan pemeriksaan mayat dengan dibantu tenaga medis dari Puskesmas Bumiratu, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda bekas kekerasan dan ditemukan ciri khas bunuh diri.

BACA JUGA:  Polres Bersama Kodim Lamteng Gelar Apel Siaga Long Weekend

“Hasil penyelidikan kami, dugaan sementara penyebab korban sampai nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri lantaran tidak kuat menahan sakit menahun yang dideritanya” terang Hasbulloh.

Disampaikan Kapolsek, dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga yang menyatakan bahwa selama beberapa tahun belakang ini korban sering dilanda sakit akibat penyakit asam urat yang dideritanya tersebut.

“Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses Outopsi terhadap korban maka jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” tandasnya. (HL-Yono)