Sandiaga Uno Kunjungi Kampung Wisata Kopi Rigis Jaya di Lampung Barat

31
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno saat mengunjungi Kampung Wisata Kopi Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Rabu (29/09/2021). (foto: ist)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi Kampung Wisata Kopi Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Kunjungannya Menparekraf RI, Sandiaga Uno tersebut, merupakan bentuk apresiasi atas adanya kampung wisata Rigis Jaya yang belum lama ini mendapatkan penghargaan sebagai 50 Besar Desa Wisata Terbaik, pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 sekaligus penilaian Desa Wisata Indonesia.

Sandiaga Uno mengatakan, pada kunjungan di Kabupaten Lambar dirinya melihat adanya sebuah potensi yang nantinya bisa menjadi sebuah wadah kebangkitan perekonomian.

BACA JUGA:  Pj Bupati Zaidirina Dukung Program Diskusi Pers PWI Tubaba

“Dengan adanya kampung Kopi Rigis Jaya ini, industri kopi menjadi penghantar bangkitnya perekonomian,” ujarnya.

Menurut Sandiaga Uno, kampung kopi merupakan salah satu semangat ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda.

Sementara itu, Bupati Lambar Parosil Mabsus mengatakan, dirinya berharap dengan adanya kunjungan.Menparekraf RI, Sandiaga Uno Kampung wisata Rigis Jaya bisa semakin maju dan terkenal.

BACA JUGA:  Serahkan SK Pegawai Kontrak, Sekda Tuba Sampaikan Pesan Bupati Winarti

“Saya tidak pernah membayangkan, seorang Menteri mau mendatangi kampung kopi kita, mudah-mudahan dengan adanya kunjungan seorang Menteri desa wisata ini semakin mendunia,” harapnya.

Diketahui, Kabupaten Lambar merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar dengan luas lahan perkebunan kopi robusta 53.926,9 hektare, telah ditetapkan menjadi salah satu kawasan perkebunan oleh menteri pertanian melalui keputusan menteri pertanian NO. 46/KPTS/PD.300/1/2015 tertanggal 16 Januari 2016 tentang penetapan kawasan perkebunan nasional. (HL-Hendri)