Satresnarkoba Polres Pringsewu Amankan Bandar dan Kurir Narkoba

27
Bandar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu, yang berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Pringsewu. (foto: humas polres)

HEADLINELAMPUNG, PRINGSEWU-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pringsewu, menangkap bandar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Pringsewu, Iptu Khairul Yassin Ariga menjelaskan, dua tersangka yang berhasil diringkus merupakan warga Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran berinisial T (50), dan UM (51).

“Kedua tersangka, ditangkap di lokasi terpisah, Rabu (06/10/2021) lalu. Tersangka T, ditangkap saat sedang mengantarkan sabu-sabu di Kecamatan Banyumas, dan UM kami amankan di rumahnya,” jelas Iptu Khairul mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Hamid Andri Soemantri SIK, Selasa (12/10/2021).

Dijelaskannya, pengungkapan kasus berawal dari adanya informasi masyarakat terkait akan adanya transaksi narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh tersangka T di wilayah Banyumas.

BACA JUGA:  Lampung Utara Ditetapkan Sebagai Lokus Stunting Terintegritas

“Tersangka T kami sergap saat sedang menunggu pemesan sabu di ruas jalan Pekon Banyu Urip Banyumas, dan saat dilakukan penggeledahan di kantong celana tersangka kami dapat BB 2 buah plastik klip berisi narkotika jenis sabu,” ujarnya.

Kemudian, kata Iptu Khairul, berawal dari penangkapan tersangka T, dikembangkan terhadap pemasok barang yang diakuinya dari seorang warga Kecamatan Gedong Tataan berinisial UM.

“Berbekal pengakuan tersangka T, petugas melakukan penggrebekan terhadap UM di rumahnya di Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan,” ungkap Kasat Narkoba.

BACA JUGA:  Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Metro Sasar 60 Anggota TNI-Polri dan Pelayan Publik

Ia mengatakan, dalam penggeledahan petugas mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, plastik klip bekas pakai dan peralatan hisap sabu-sabu.

Ditambahkannya, setelah kedua tersangka berhasil diamankan dalam proses pemeriksaan tersangka T mengakui sudah sejak 2 tahun yang lalu selain berprofesi sebagai tukang ojek juga merangkap sebagai kurir narkoba.

“Setiap ada orang, memesan sabu 5 tersangka T selalu membeli dari UM dengan nominal harga mulai Rp100-400 ribu,” imbuhnya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI No: 35/2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara” tandasnya. (HL-Yono)