Mayoritas Penghuni Lapas Kelas IIB Gunungsugih adalah Kasus Narkoba

24
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsugih Kabupaten Lampung Tengah, Denial Arif. (foto: Gunawan syah)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Penghuni Lapas Kelas IIB Gunungsugih Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), mayoritas tersandung kasus penyalahgunaan Narkoba, atau sekitar 56 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kalapas Kelas IIB Gunungsugih, Denial Arif saat menyambut kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung, Brigjen Edi Swasono, Rabu (13/10/2021).

Menurut Denial, dari 56 persen penghuni Lapas adalah orang yang bermasalah dengan Narkoba yakni, 114 orang pengguna Narkoba dan selebihnya pengedar. Sedangkan saat ini, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Gunungsugih sebanyak 608 orang. “Kita akui sudah over kapasitas,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Sekdakab Lambar Melepas 25 Atlet yang Mengikuti Kejurda di Lampung

Terkait pandemi covis 19, untuk memutus mata rantai penyebaran dan meningkatkan herd imunity, seluruh penghuni Lapas, saat ini sudah divaksin, termasuk para pegawai Lapas.

Kepala BNN Lampung, Brigjen Edi Swasono mengaku terkejut saat mengetahui 56 persen penghuni Lapas kelas IIB, Gunungsugih adalah kasus Narkoba.
“Ini perlu perhatian khusus untuk Lampung Tengah,” tegasnya.

Dengan tingginya, angka kasus pererdaran Narkoba, kata Kepala BNN. Ini menujukan tingginya peredaran Narkoba di Lamteng. Sehingga ini menjadi antensi kita dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dekranasda Pringsewu Ikut Munas Secara Daring

Brigjen Edi Swasono mengingatkan, para warga binaan, agar setelah bebas nanti menjadi duta Narkoba. “Cukup sekali aja kalian bermasalah dengan barang haram ini, ” katanya.

“Saya tekankan lagi, untuk warga ninaan, tidak ada gunanya lagi kalian memakai Narkoba, cukup sekali ini aja, mari kita sama-sama melawan Narkoba,” pungkasnya. (HL-Gunawan)