Lampura Urutan Dua Kawasan Perkebunan Lada Berbasis Korporasi

27
Asisten III bidang Administrasi Umum Pemkab Lampung Utara, Sofyan menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekspor Lada Hitam dan Holtikultura di Hotel Graha Wisata Candimas, Abung Selatan, Kamis (28/10/2021). (foto: Diskominfo)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekspor Lada Hitam dan Holtikultura di Hotel Graha Wisata Candimas, Abung Selatan, Kamis (28/10/2021).

Kegiatan Bimtek kali ini, Pemkab Lampung Utara (Lampura), menggandeng Balai Karantina Kelas IA Bandar Lampung, Pemprov Lampung, dan DPR RI.

Bupati Lampura Budi Utomo diwakili Asisten III bidang Administrasi Umum, Sofyan mengatakan, Kabupaten Lampur identik dengan perkebunan Lada meskipun saat ini jenis tanaman lainnya juga mengalami perkembangan seperti, Kelapa Sawit, Karet, Tebu, Singkong, dan sebagainya. Namun, bagi masyarakat tanaman Lada memiliki nilai historis dan budaya.

Bahkan, lanjutnya, sebelum dipecah menjadi Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Way Kanan, Tulang Bawang (Tuba), Tulangawang Barat (Tubaba) dan Pesisir Barat (Pesibar). Kabupaten Lampura menjadi wilayah terluas sebagai penghasil Lada di Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Wabup Pringsewu Terima Audensi Pengurus Gapensa Lampung

“Maka tidak mengherankan, jika tanaman lada ini menjadi salah satu bagian dari simbol lambang daerah Kabupaten Lampura,” ujarnya.

Namun, lanjut Sofyan, saat ini luas tanaman Lada terus berkurang yang disebabkan berbagai hal. Diantaranya, masifnya peralihan lahan, penyakit tanaman, harga lokal yang rendah, dan masalah lainnya.

Menurutnya, tantangan ini tidak boleh menyurutkan semangat, dengan mengingat nilai historisnya, ditambah potensi, serta besarnya peluang di depan.

Dikatakan, Sofyan Pemkab Lampura tetap berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan tanaman yang menjadi salah satu kebanggaan Provinsi Lampung. Diantaranya, dengan terus melakukan upaya konkret membangun komunikasi, kerjasama, serta komitmen yang luas bersama petani, masyarakat dan berbagai stakeholder, melakukan upgrading data, penyusunan kajian-kajian dan action plan, serta mengadakan bimtek dan pelatihan-pelatihan terkait produksi dan pengembangan produk hasil pertanian, utamanya bagi tanaman Lada.
 
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak Lampura ditetapkan urutan kedua sebagai calon kawasan Perkebunan Lada Berbasis Korporasi Tingkat Nasional,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Sebanyak 10.759 JKN KIS Warga Lampung Barat Dibiayai PBI

Ia menambahkan, Pemkab Lampura telah merencanakan 14 kecamatan yang akan disiapkan sebagai area lokasi percepatan revitalisasi lada yang dituangkan  dalam bentuk Action Plan Kabupaten. (HL-bud/dra)