Akhir Tahun 2021, Bapenda Lampung Targetkan 100 BUMDes

22
Kepala Bapenda Lampung, Adi Erlansyah. (foto: dok/headlinelampung)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus melakukan terobosan terkait program elektronik Samsat Desa (e-Samdes) pelayanan pembayaran PKB melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kali ini, target akhir Desember 2021 program bisa dilakukan 100 BUMDes yang tersebar di seluruh daerah yang sebelumnya hanya 26 BUMDes.

Kepala Bapenda Lampung, Adi Erlansyah mengatakan, langkah yang disampaikan Gubernur Arinal Djunaidi bagaimana kedepannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa berjalan semaksimal mungkin, dengan mendorong tingkat kepatuhan masyarakat mambayar pajak.

“Target kami, program E-Samdes bisa terjangkau diseluruh pelosok desa dengan bekerjasama melalui BUMDes. Karena, capaian PAD terbesar di pajak kendaraan bermotor maupun biaya balik nama kendaraan bermotor, ” kata Adi, Sabtu (20/11/2021).

Ia menjelaskan, informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sudah 127 BUMDes mendaftarkan diri dalam pelayanan pajak. Meskipun target diakhir tahun 2021 hanya 100 BUMDes.

BACA JUGA:  Gubernur Arinal Bersama Wagub Nunik Bertemu 5 Pimpinan DPRD Lampung

“Namun, walaupun sudah ada 127 BUMDes yang mendaftarkan diri, tetapi tetap di verifikasi dulu oleh Dinas PMD. Andai kata setelah di verifikasi dinyatakan layak semua, bisa kemungkinan 127 BUMDes itu bisa dilakukan semua, ” ujarnya.

Menurut Adi, teknis pelayanan sendiri di BUMDes dalam pembayaran pajak di fasilitas oleh Bank Lampung, Bapenda dan Ditlantas. Sementara ada pertanyaan dari masyarakat desa. Apakah pembayaran pajak menggunakan BPKB juga? Ternyata
Ditlantas mensyaratkan, semua samsat tidak boleh menyarankan membawa BPKB lagi untuk membayar pajak.

“Karena beresiko bagi masyarakat, BPKB disimpan di BUMDes. Jadi, nantinya masyarakat yang mau membayar pajak cukup membawa KTP dan STNK asli saja,” tukasnya.

Adi berharap, akhir tahun 2021 target 100 BUMDes bisa terpenuhi, sehingga tahun 2022 semua kecamatan di Provinsi Lampung sudah ada BUMDes. setiap kecamatan, kecuali Kota Bandar Lampung dan Metro. Artinya, ada sekitar 400 kecamatan dengan demikian masyarakat tidak kesulitan saat membayar pajak.

BACA JUGA:  Zulkifli Anwar Apresiasi Sosialisasi Program PTSL Kementerian STR-BPN di Pesawaran

“Selama ini, jarak tempuh masyarakat untuk membayar pajak cukup jauh dan memakan waktu, tenaga, serta biaya perjalanan. Dengan adanya BUMDes, sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mempermudah membayar pajak kendaraan bermotor,” tukasnya.

Dikatakan Adi, ada perbedaan sistem pembayaran pajak yang diterapkan Ditlantas melalui Aplikasi Perpajakan yang telah tersedia Samolnas (Samsat Online Nasional) dan E-Salam (elektronik Samsat Lampung). Aplikasi ini, menggunakan perangkat Handphone Android yang di download. Sistem pendaftaran registrasi menggunakan nama kita sesuai STNK dan foto wajah.

“Aplikasi ini sangat mempermudah, masyarakat saat telat membayar pajak. Bisa dilakukan malam hari. Beda dengan pembayaran pajak melalui aplikasi e-Samdes harus ke BUMDes,” tandasnya. (HL-ayu/*)