Pinjam Dana PT SMI, Anggaran BMBK Lampung Naik Rp1,1 Triliun

35
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi melakukan kunjungan kerja ke PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) didampingi Kadis BMBK Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana di Jakarta, Jumat (19/11/2021). (fofo: Diskominfotik)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Pagu anggaran APBD tahun 2022 Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung dalam kesepakatan KUA PPAS naik sebesar Rp1.113.278.950.000 Triliun.

Hal ini berdasarkan adanya penambahan dana pinjaman PT SMI sebesar Rp.
569.000.000.000 milliar dalam pembiayaan infrastruktur jalan prioritas di Provinsi Lampung.

Sementara DPRD Lampung memberi lampu hijau terkait pinjaman tersebut. Sehingga membuat Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi melakukan kunjungan kerja ke PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) didampingi Kadis BMBK Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Pemprov Lampung merasa optimis anggaran pinjaman ke PT SMI dalam rangka penanganan infrastruktur jalan prioritas di Provinsi benar-benar bisa terwujud di tahun 2022.

Dalam kunjungan kerja ke PT SMI, Gubernur Arinal disambut baik oleh Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad.

Arinal mengatakan, penanganan infrastruktur jalan prioritas di Provinsi Lampung ini menjadi komitmen dirinya untuk mewujudkan Infrastruktur Lampung Berjaya.

BACA JUGA:  HUT PDAM Way Rilau, Momentum untuk Meningkatkan Kinerja serta Pelayanan kepada Masyarakat

Hal ini juga tertuang dalam misi ke empat dari visi Rakyat Lampung Berjaya yaitu mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produksi dan konektivitas wilayah.

“Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, ruas-ruas jalan status Provinsi Lampung perlu untuk mendapatkan penanganan,” ujar Arinal.

Arinal menjelaskan kerjasama yang dibangun bersama PT SMI ini, untuk melakukan upaya penanganan konstruksi jalan, baik berupa pekerjaan peningkatan struktur jalan maupun rehabilitasi jalan pada jaringan jalan status Provinsi Lampung.

Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan konektivitas jaringan jalan dan mengatasi disparitas wilayah utara-selatan dan timur-barat Provinsi Lampung.

“Ini juga untuk pengembangan wilayah pada wilayah-wilayah dengan potensi industri perkebunan, pertanian dan perikanan,” katanya.

Arinal menyatakan dengan terwujudnya kondisi jalan yang baik, akan mendukung kelancaraan distribusi barang/jasa di Provinsi Lampung.

“Sekaligus mendukung pertanian, perkebunan, perikanan, serta membuka daerah terisolir dan sebagai jalur perlintasan/akses pintu tol,” ujarnya.

BACA JUGA:  Update Kasus Covid-19 Lampung 11 Juli 2020: PDP Bertambah Dua Orang, ODP Tiga

Sementara itu, Sekretaris BMBK Provinsi Lampung, Taufiqullah mewakili Kepala Dinas mengatakan, infrastruktur jalan di Provinsi Lampung perlu dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lampung.

“Bagaimana ekonomi bisa berjalan kalau kondisi ruas jalan prioritas dalam keadaan kurang baik. Maka dari itu Dinas BMBK membutuhkan dana lebih besar lagi,” kata Taufiqm

Menurutnya, tahun 2022 ada sebanyak 25 ruas jalan akan dibangun dan diperbaiki. Karena ruas jalan ini merupakan jalur perekonomian yang harus di perhatikan oleh Pak Gubernur Lampung, ” kata dia melalui sambungan seluler, Minggu (21/11/2022).

Terpisah, Kepala Biro Barang dan Jasa Lampung, Slamet Riyadi menambahkan jika dana pinjaman PT SMI terwujud dalam upaya pembangunan ruas jalan Provinsi. Maka tender dilakukan tetap harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Mengenai perusahaan yang akan mengikuti tender, pasti harus memenuhi syarat-syarat yang akan ditentukan nanti dalam dokumen tender,” ungkapnya.(HL-Ayu)