Silaturahmi Dengan Masyarakat Lampung, Gubernur Arinal Sampaikan Sinergi dan ​Program Unggulan

14
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menggelar acara Nemui Nyimah Silaturahmi Pimpinan Daerah, Tokoh Nasional Asal Lampung dan masyarakat Lampung Perantauan di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Minggu (21/11/2021). (foto: Diskominfotik)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Gubernur Arinal Djunaidi menggelar acara Nemui Nyimah Silaturahmi Pimpinan Daerah, Tokoh Nasional Asal Lampung dan masyarakat Lampung Perantauan di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Minggu (21/11).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP) Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Lampung, Anggota Forkopimda Provinsi Lampung.

Selain itu, hadir juga para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, diantaranya Inspektur, Plt Asisten Perekonomian & Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kaban Kesbangpol, Kadis Tenaga Kerja, Kadis Pendidikan & Kebudayaan, Kadis Bina Marga, PMDes & Transmigrasi, Kadis Perindustrian & Perdagangan, Kadis Kominfotik, Kasat Pol PP.

Sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2019, langkah pertama yang dilakukan Gubernur Arinal adalah membangun konsolidasi internal, koordinasi eksternal, dan komunikasi dengan semua elemen untuk mengeksplorasi kondisi terkini pembangunan Provinsi Lampung serta membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan daya saing Provinsi Lampung, mewujudkan Visi Rakyat Lampung Berjaya, yaitu kondisi masyarakat yang Aman, Berbudaya, Maju,
Berdaya Saing, dan Sejahtera.

Sinergi dengan Visi Presiden Joko Widodo dalam RPJMN 2020-2024, Visi “Rakyat Lampung Berjaya” dirumuskan dengan mengusung 6 Misi, 6 Prioritas Daerah dan 33 Agenda Kerja Utama, yang menjadi
arah dan acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jangka menengah Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Gegara Pesan WhatsApp Tak Senonoh, Warga Lampung Utara Dianiaya

Salah satu Agenda Kerja Utama Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Chusnunia adalah Program Kartu Petani Berjaya. Program ini diinisiasi Gubernur Arinal dengan melihat Potensi Daerah bahwa Sektor Pertanian merupakan yang tertinggi dalam Struktur PDRB Provinsi Lampung dengan potensi Pertanian yang sangat besar serta mayoritas penduduk bekerja pada Sektor Pertanian.

“Program Kartu Petani Berjaya akan menjawab permasalahan sektor pertanian
dengan menghubungkan semua kepentingan stakeholder bidang pertanian untuk memberikan jaminan kepastian dalam usaha budidaya pertanian,” kata Gubernur Arinal.

Selanjutnya, untuk mendorong akselerasi pembangunan Desa, Gubernur Arinal meluncurkan Program Smart Village Desa Berjaya pada 25 Maret 2021 dan telah menunjukkan progres yang positif.

Sebanyak 1.063 Desa atau 40,27% dari total desa di Lampung telah terhubung dengan Aplikasi Smart Village. Selain itu juga Integrasi aplikasi Elektronik Samsat Desa atau e-Samdes dalam Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui BUMDES.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum FK-PLP, Zulkifli Hasan mengatakan menyambut baik kegiatan silaturahmi ini. Adanya kegiatan ini sangat penting, karena menjadi ajang komunikasi dalam menyampaikan apa yang diharapkan oleh masyarakat perantauan, apa yang diinginkan masyarakat Lampung juga menjadi sarana publikasi pembangunan yang telah dikerjakan pemerintah.

BACA JUGA:  RPJMN 2020-2024 Ditargetkan Meningkat Rata-rata 6 Persen Per Tahun hingga 2024

Ia menyebutkan bahwa kemajuan Provinsi Lampung saat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung serta komunikasi yang lancar antara Pemerintah Daerah dengan Pusat. Kerjasama dan sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di seluruh Provinsi Lampung, menurut Zulkifli, dibuktikan dengan hadirnya 14 Bupati/Walikota dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan bahwa Lampung mempunyai potensi yang luar biasa, yaitu menjadi alternatif pembangunan infrastruktur pariwisata untuk turis lokal, apalagi letaknya di antara pulau jawa dan ujung sumatera.

Erick mengatakan bahwa Lampung sudah memiliki modal awal sebagai pusat pariwasata nasional, khususnya untuk turis lokal, yaitu jalan tol yang terhubung sampai ke ujung sumatera, bandara udara yang memadai, dan juga memiliki transportasi berupa kapal feri dari jawa ke lampung untuk menuju sumatera, dan perputaran manusia di Bakauheni sebanyak 20 juta.

“Kita harus memberanikan diri, Bakauheni ini harus menjadi kolaborasi pusat dengan daerah, BUMN dengan swasta, dan UMKM dengan para kreatif lokal,” ungkap Erick. (HL-Ayu/*)