Persiapan Pilkada dan Pemilu 2024, KPU Way Kanan Audiensi dengan Bupati Adipati

83
Komisioner KPU Way Kanan, saat audensi dengan Bupati Raden Adipati Surya, Senin (29/11/2021). (foto: dok/kpu)

HEADLINELAMPUNG, WAY KANAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Way Kanan melakukan audiensi dengan Bupati Raden Adipati Surya.

Kedatangan Komisioner KPU tersebut, disambut Bupati Adipati Surya di ruang kerjanya, Senin (29/11/2021).

Ketua KPU Refki Dharmawan bersama anggota KPU I Gede Klipz, Doan Endedi, Tri Sudarto, Noprisyah Harianto dan Sekretaris KPU Arifin, diterima Bupati Raden Adipati Surya didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Pardi.

Refki mengatakan, bahwa dalam rangka mempersiapkan Pemilu dan Pilkada 2024, KPU melakukan kordinasi dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemkab Way Kanan.

Menurutnya, hal itu dilakukan sesuai dengan UU No: 7/2017, bahwa Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan tahun 2024.

Dikatakan Refki, KPU bersama Bawaslu, DKPP, Kemendagri dan Komisi II DPR RI telah beberapa kali melakukan rapat dengar pendapat (RDP) membahas tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.

“Tahapan Penyelenggaraan Pemilu, akan dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara,” imbuhnya.

Refki juga menyampaikan, bahwa KPU RI mengusulkan hari pemungutan suara pada Februari. Sedangkan, pemerintah mengusulkan Mei.

“Tentunya KPU mempertimbangkan, kemungkinan adanya irisan tahapan Pemilu dan Pilkada, serta kemungkinan apabila terjadi Pilpres putaran 2. Irisan yang terlalu banyak antara Pemilu dan Pilkada tentu menguras energi Penyelenggara,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sempat Kabur dan Jadi Buronan, Pelaku Pencurian HP Di Kolam Renang di Ringkus Polisi

Refki memaparkan, pada 11 November 2021 pimpinan KPU RI secara khusus telah bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan hal-hal terkait hari H pencoblosan suara.

Dalam pertemuan itu, imbuhnya, Presiden Jokowi menyetujui usulan pemungutan suara dilalukakan Februari, sehingga apabila ditarik mundur 20 bulan dari Februari 2024, maka awal tahapan Pemilu adalah Juli 2022 yang dimulai tahapan persiapan di tingkat Pusat.

“KPU mengingatkan dalam regulasi bahwa DP4 diserahkan Pemerintah paling lambat 14 bulan sebelum hari pemungutan suara. Untuk Daftar Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten diajukan paling lambat 9 bulan sebelum hari pemungutan suara,” paparnya.

Dijelaskanya, KPU Way Kanan juga menekankan terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2024 untuk Pemilihan Bupati dan Pemilihan Gubernur dilaksanakan November 2024, dengan lama tahapan 12 bulan sebelum dan 2 bulan setelah hari pemungutan suara. Sehingga tahapan Pilkada terbagi dalam 2 tahun anggaran, yaitu tahun 2023 dan 2024.

Ia menyatakan, KPU mengharapkan
dukungan Pemkab Way Kanan untuk persiapan agenda nasional ini. Sehingga dalam pembahasan RAPBD 2023 telah dialokasikan tahapan Pilkada. Terlebih alokasi tahun 2024, dengan memperhatikan kesetaraan honorarium adhoc saat Pemilu.

“Kami sangat mengapresiasi bahwa dengan dukungan Pemkab Way kanan, KPU dapat melaksanakan program Desa Peduli Pemilu Pemilihan di Kampung Bukit Gemuruh kecamatan Way Tuba. Program ini adalah duplikasi program DP3 KPU RI dimana 1 Propinsi 2 desa sasaran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Donatur Santuni 56 Anak Yatim Ponpes Darussalamah Tubaba

Sementara itu, Noprisyah Harianto selaku Kadiv Teknis KPU Way Kanan meminta upaya pemetaan zona blankspot signal dan upaya mengatasinya dengan pengusulan kepada provider maupun kominfo.

Sedangkan Tri Sudarto selaku Kadiv Parmas mengatakan pihaknya meminta dukungan untuk Gerakan Desa sadar pemilu dan pemilihan, untuk Sosialisasi KPU masuk kampus dan temu komunitas dan Membentuk kader-kader demokrasi

Ditambahkan I Gede Klipz Darmaja Kadiv Datin menyampaikan permintaan percepatan perubahan status kecamatan kependudukan warga Umpu Semenguk. Mendorong warga mengisi kolom RT RW di kartu keluarganya. Mendorong perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula yang sudah 17 tahun.

Ditempat yang sama, Bupati Raden Adipati Surya mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja KPU Way Kanan.

Dikatakannya, untuk dukungan pendidikan pemilih pihaknya menjanjikan support melalui ormas dan OKP yang memperoleh hibah APBD untuk memasukkan pendidikan pemilih sebagai salah satu materinya.

“Untuk tahapan Pemilu dan Pilkada 2024, pihaknya siap mendukung dan akan berkordinasi lebih lanjut. Namun, diakui bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan dibutuhkan dana cadangan yang cukup besar, ditambah program wajib lainnya yang harus dibiayai APBD,” pungkas Adipati. (HL-Migo)