Jelang Nataru, PT Hutama Karya Tambah Fasilitas Pelayanan di JTTS

31
Ilustrasi. (foto: ist)

HEADLINELAMPUNG, SUMATRA-Paska dikeluarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Natal 2021, dan Tahun Baru 2022 (Nataru) oleh Menteri Dalam Negri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, PT Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), melakukan persiapan pelayanan tambahan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik pada jalan tol khususnya di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan, persiapan tersebut mencakup peningkatan pelayanan, pemeliharaan, serta pengetatan protokol kesehatan di jalan tol yang dikelola.

“Kami lakukan penambahan kapastitas gardu di Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan, Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang menjadi pintu awal masuk
JTTS menjadi 3 (tiga) entrance dan 4 (empat) exit serta penambahan gardu di GT Itera, Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung menjadi 3 (tiga) entrance dan 3 (tiga) exit. Kami juga lengkapi setiap gardu dengan bantuan Mobile Reader untuk mengantisipasi terjadinya antrian di gerbang tol,” jelas Koentjoro melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (14/12/2021).

Sementara itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi kemacetan di penyebrangan Bakauheni, Hutama Karya bekerjasama dengan ASDP untuk menyediakan kantong-kantong parkir agar tidak terjadi antrian mengingat saat ini tiket kapal sudah melalui
online.

“Demi kenyamanan pengguna jalan tol, kami tetap mengoperasikan seluruh Rest Area yang dikelola, diantaranya yakni 9 (sembilan) Rest Area di Ruas Terbanggi Besar-Pematang
Panggang-Kayu Agung tepatnya di KM 163 A, KM 172 B, KM 208 A, KM 215 B, KM 234 A, KM 269 B, KM 277 A, KM 306 B, KM 311 A, 8 (delapan) Rest Area di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang terletak di KM 20 A, KM 20 B, KM 49 A, KM 87 B, 116 A dan KM 116 B serta 4 (empat) Rest Area Temprorary di Ruas Pekanbaru – Dumai yang kualitas-nya
sudah cukup lengkap seperti SPBU, tenan UMKM, Minimarket, Musholla, dan lainnya,” tutur Koentjoro.

BACA JUGA:  Diduga Intimidasi Warga Saat Pilkakam di Way Kanan, Dua Warga OKU Timur Diamankan Polisi

Koentjoro menambahkan, bahwa kelengkapan lain yang disiapkan di setiap ruas JTTS yakni tambahan Toilet Cabin, Mobil Tangki Air, Hindran, Layanan Derek Gratis di jalan
tol maupun Rest Area, memastikan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di setiap SPBU selalu tersedia, menyiapkan layanan bengkel dan meningkatkan pelayanan dalam
memperketat Protokol Kesehatan (Prokes).

“Kami juga menyiapkan pos kesehatan, dan pengguna jalan dapat mengecek kondisi fisiknya secara gratis. Kami juga memastikan bahwa petugas tol kami telah divaksin, dan terkonfirmasi
negatif Covid-19, sebelum diperbolehkan untuk bekerja serta terus menerapkan Prokes di lingkungan jalan tol yang dikelola,” tambah Koentjoro.

BACA JUGA:  Bupati Tubaba Jadi Pembicara di Intensif Field Trip Officer

Selain itu, imbuhnya, dari sisi pemeliharaan, Hutama Karya terus melakukan perawatan dan perbaikan di
jalan tol yang dikelola.

“Kami menambah penunjang operasional tol, seperti Rumble Strip
dan Rumble dot, Warning lamp, CCTV yang berada setiap satu kilometer dengan kamera dua arah sehingga dapat memantau seluruh aktivitas yang berada di jalan tol, dan dilakukan pula
pemeliharaan secara berkala sesuai SPM demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol, sehingga apabila terjadi kondisi fisik jalan tol yang kurang baik seperti jalan yang berlubang atau bahkan longsor, akan segera kami tangani secepatnya dengan menggunakan berbagai jenis
perbaikan diantaranya yakni dengan Patching Hotmix, Scrapping, Filling & Overlay (SFO) sampai dengan Rekonstruksi Beton Rigid tergantung dengan kebutuhan perbaikannya,” ujar
Koentjoro.

Dikatakannya, sampai saat ini Hutama Karya belum menerima arahan pemerintah untuk menerapkan penyekatan maupun kebijakan Ganjil-Genap di ruas tol yang dikelola.

“Pada prinsipnya, perusahaan mengikuti arahan dari Pemerintah selaku regulator terkait dengan penanganan pencegahan Covid-19 serta selalu memberikan pelayanan yang optimal di jalan tol yang
dikelola, termasuk jika nanti ada kebijakan tambahan terkait dengan mobilitas masyarakat di
masa PPKM Nataru,” tandasnya. (HL-bud/*)