Dua Pekan, 20 Kasus Penyakit DBD di Tulang Bawang

56
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang, menemukan 20 kasus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). (foto: ist)

HEADLINELAMPUNG, TULANG BAWANG-Selama dua pekan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menemukan 20 kasus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus terbanyak, berada di wilayah Kecamatan Menggala.

“Dari 20 kasus itu, 15 kasus berada di Kecamatan Menggala,” kata Kadiskes Kabupaten Tuba, Fatoni, Selasa (21/12/2021).

Ia mengatakan, dari 20 kasus yang ditemukan terdapat satu orang pasien yang dirawat meninggal dunia. Namun, sampai kini belum dapat dipastikan, apakah meninggal akibat DBD, karena tengah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

BACA JUGA:  Puskesmas Belalau Lampung Barat Awasi Penerapan Prokes di Acara Pernikahan

“Ada kemarin yang meninggal, tapi belum bisa dikatakan bahwa itu DBD, PE sedang berjalan karena masih menunggu proses diagnosa pasti. Karena pasiennya, sudah lama sakit dan ada komorbid (penyakit penyerta),” ujar dia.

Fatoni mengimbau kepada masyarakat pada musim penghujan, untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Karena, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti, bukan hanya menyasar anak-anak juga orang dewasa.

Ia menjelaskan, perkembangan kasus DBD terdapat empat fase perkembangan nyamuk sebelum mati diusia dua minggu. Dimulai dari larva, jentik atau larva, pupa, kemudian menjadi nyamuk.

BACA JUGA:  Mobil Innova Terjun ke Sungai, Dua Warga Lamtim Tewas

Menurutnya, cara efektif yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3 M yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.

“Fogging kurang efektif, memutuskan mata rantai penyebaran DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara, telur dan jentik nyamuk tidak akan tersentuh asap fogging dan akan menjadi nyamuk dewasa penular DBD,” ujarnya. (HL-Rian)