Karyawan dan Ratusan Warga Unjuk Rasa di PT PML Way Kanan Register 42

425
Belasan karyawan divisi humas PT PML dan ratusan warga saat melakukan unjuk rasa. (foto: Migo)

HEADLINELAMPUNG, WAY KANAN-Sebanyak 15 Karyawan Divisi Humas PT Paramitra Mulia Langgeng (PML) Register 42 Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan bersama ratusan warga melakukan unjuk rasa, Senin (17/01/2022).

Kali ini, unjuk rasa itu dilakukan buntut tidak dibayarnya gaji karyawan divisi humas selama satu bulan, dan keputusan sepihak PT PML yang mengharuskan Karyawan Divisi Humas untuk Absen setiap hari, dan hanya di pekerjakan 14 hari selama satu bulan dengan gaji dibawah UMR.

Pada kesempatan unjuk rasa itu, belasan karyawan juga menyatakan mengundurkan diri dari PT PML terhitung sejak dilakukannya unjuk rasa tersebut.

BACA JUGA:  Mantan Waka DPRD  Lamteng, Terseret Kasus Pengrusakan, Pembakaran PT GAJ Dengan Tujuh Orang Lainnya

“Terhitung dari hari ini, kami bukan lagi karyawan disini. Apapun yang terjadi baik buruknya perusahaan ini kami tidak bertanggung jawab lagi,” ujar Dewansyah, selaku koordinator unjuk rasa.

Dewansyah juga menegaskan, bahwa pihaknya dan ratusan warga yang hadir meminta agar PT PML angkat kaki dari Register 42 Blambangan Umpu.

Permintaan tersebut, disampaikan karena menurut mereka PT PML tidak melakukan pengelolaan lahan hutan dengan benar.

Selain itu, pihaknya juga akan menuntut PT PML secara hukum tentang Hak Guna Usaha (HGU) serta meminta pemerintah agar mencabut Izin PT PML.

BACA JUGA:  Wisata Air Mesuji Belum Dibuka, Pengunjung dan Pedagang Telah Ramai

“Kami mohon kepada Presiden Jokowi, Menhut, Menteri Investasi dan Menteri Lingkungan Hidup agar mencabut Izin PT PML,” tegasnya.

Setelah kurang lebih satu jam melakukan unjuk rasa di depan kantor PML, perwakilan dari para pengunjuk rasa akhirnya diterima oleh pihak perusahaan untuk melakukan mediasi yang turut dihadiri pihak keamanan kajaran Polres Way Kanan, dan Kodim 0427 Way Kanan. (HL-Migo)