Bisnis Buah Aren, Warga Lambar Raup Keuntungan Ratusan Juta

18
Menjelang bulan ramadhan, buah aren asal Lampung Barat mulai dicari pembeli untuk diolah menjadi kolang kaling. (foto: Hendri)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Kolang kaling merupakan primadona pada Bulan Ramadhan, banyak orang mencarinya untuk dijadikan berbagai sajian lezat berbuka puasa. Karena, itulah kolang kaling terutama pada bulan Ramadhan melimpah di pasar-pasar.

Hal ini, menjadi berkah bagi petani dan pengrajin kolang kaling di berbagai daerah. Salah satunya, pengepul buah aren yang kelak akan diolah menjadi kolang kaling yakni, Imron (45), warga Pemangku klutum, Pekon Gunungsugih, Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Imron mengatakan, menjadi salah satu pemasok atau pengepul buah aren sejak 10 tahun lalu.

“Saat ini, sudah ada 5 mobil truk besar atau fuso yang sudah dikirim ke daerah Wates Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Karena, saat ini permintaan buah aren sudah banyak, hal ini terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadhan,” ungkap Imron.

BACA JUGA:  Wakapolda Kunker ke Polres Tuba

Ia menjelaskan, membeli buah aren dari para petani pertandan dengan harga bervariasi, disesuaikan dengan ukuran buah atau tua mudanya buah aren atau kolang kaling, mulai dari Rp10 ribu-15 ribu.

Namun, lanjutnya, pengepulan buah aren tersebut sudah memakai jasa orang lain, mulai dari mengambil buah dari batang, hingga membawa buah ke tempat pengumpulan, dengan ojek hingga bongkar muat ke mobil.

BACA JUGA:  PWI Kembali Gelar UKW, Jenjang Utama Rp2,5 Juta

“Saya hanya mencari para petani, yang memiliki batang aren. Jika harganya cocok, baru saya beli. Bahkan, ada juga petani yang datang menawarkan buah aren yang mereka punya,” imbuhnya.

Imron mengaku, bisnis buah aren ini penghasilannya cukup lumayan, keuntungan yang diraih mencapai Rp4 juta/mobil.

“Biasanya 1 bulan sebelum puasa, sudah ada permintaan buah aren. Dan,
dan langsung di kirim. Pesanan buah aren berhenti dikirim tiga hari sebelum puasa, dalam waktu tersebut pasokan yang kita kirim bisa mencapai 25 mobil,” pungkasnya. (HL-Hendri)