Oknum Dokter Poli Klinik Bedah RSUAY Arahkan Pasien Berobat di Tempat Praktik Pribadi

642
Suasana antrean pasien di ruang Poli Bedah RSUAY Kota Metro. Pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan dokter. (foto: Dwi)

HEADLINELAMPUNG, METRO-Perilaku tidak terpuji dilakukan oleh seorang oknum dokter pada RSU Ahmad Yani (RSUAY) Kota Metro. Betapa tidak, dokter pada Poli Klinik Bedah tersebut, mengarahkan pasien untuk berobat ditempat praktik pribadinya.

Seperti diungkapkan oleh Nirwan, warga bilangan Kelurahan Ganjarasri Metro Barat, Rabu (11/05/2022).

Ia mengaku dua kali diarahkan agar berobat di tempat praktik pribadi dokter Doni.

“Alasannya, agar penanganan lebih cepat,” kata Nirwan, mengutip pernyataan asisten dokter pada Poli Bedah tersebut.

Ia meneruskan, tindakan oknum dokter pada RSUAY tersebut, tentu saja merugikan pasien, sebab dengan penanganan pada tempat praktik pribadi maka harus membayar dengan fasilitas pasien umum, tidak dapat menggunakan fasilitas BPJS.

BACA JUGA:  Petani Kopi Lambar Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Pencurian

“Saya sudah dua kali digiring ke tempat praktik,  pertama pada saat membaca hasil CT scan, dan kedua sehabis operasi,” imbuhnya.

Dijelaskannya, untuk penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya, ia menjalani operasi di RSUAY pada tanggal 21 April 2022, dan diperbolehkan pulang pada  tanggal 23 April 2022.

“Tetapi, untuk pelayanan check up dan ganti perban ke tempat praktik pribadi dokter pada tanggal 27 April 2022,  sama dikasih obat yang HET nya tertera Rp27.500, tetapi saya harus membayar Rp850 ribu,” bebernya.

BACA JUGA:  Pemkab dan BPS Lampura Sosialisasi-Rakor Sensus Penduduk Satu Data Tahun 2020

Terakhir ia kembali ke Poli Klinik Bedah untuk mengganti perban. Namun, setelah menunggu dua jam lebih, sekitar pukul 11.00 WIB pelayanan dokter baru buka, ia pun mendapatkan pelayanan berupa buka perban, dan setelah diberi obat, dokter menyatakan dirinya sudah sembuh.

“Setelah diberi obat, saya dinyatakan sembuh, tidak ada kontrol lagi,” ucapnya.

Sayangnya, Direktur RSUAY, Fitri Agustina yang dihubungi melalui layanan pesan WhatApps belum memberikan tanggapan atas tindakan oknum dokter pada Poli Klinik Bedah yang mengarahkan pasien untuk berobat di tempat praktik pribadinya tersebut. (HL-dwi)