BPK RI Temukan 6 Permasalahan LHP Pemprov Lampung, Puluhan Juta di Sekretariat DPRD

19
Paripurna Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemprov Lampung tahun 2021. (foto: Bayu)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan enam permasalahan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov Lampung tahun 2021. Salah satunya, belanja pemeliharaan kendaraan tahun 2021 Sekretariat DPRD sebesar Rp57, 11 juta tidak sesuai ketentuan.

Hal itu disampaikan Novian Herodwijanto, Staf Ahli bidang BUMN, BUMD dan Kekayaan Negara dan Daerah Yang Dipisahkan Lainnya di BPK RI saat sidang Paripurna DPRD Lampung, Kamis (12/05/2022).

Keenam permasalahan yang ditemukan BPK RI itu diantaranya, pertama penganggaran pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan hasil penjualan BMD yang tidak dipisahkan tidak berdasarkan perkiraan yang terukur secara rasional dan dapat dicapai.

BACA JUGA:  Pengelolaan di Lamsel Terburuk Se-Lampung, Komisi I DPRD Kawal DD dan ADD

Kedua, Pengelolaan pendapatan pada UPTD laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan tidak sesuai ketentuan.

“Ketiga belanja pemeliharaan kendaraan tahun 2021 pada sekretariat daerah sebesar Rp7,12 juta dan Sekretariat DPRD sebesar Rp57, 11 juta tidak sesuai ketentuan,” ungkap Novian.

Keempat, kegiatan konstruksi gedung perawatan bedah terpadu dan pembangunan gedung perawatan neurologi RSUDAM Provinsi Lampung dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp2,92 miliar dan kurang volume sebesar Rp73,38 juta.

BACA JUGA:  Mulai Hari Ini, ASN Pemkot Bandar Lampung Bekerja dari Rumah, Kecuali...

Kelima, soal kekurangan volume atas 14 paket pekerjaan lapis perkerasan jalan aspal dan beton serta lapis pondasi pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung sebesar Rp2,96 miliar.

“Terakhir atau yang keenam,  piutang Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk sebesar Rp6,18 miliar belum dipulihkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, jika ada temuan-temuan dan kemudian setelah adanya upaya perbaikan pengelolaan keuangan, diharapkan tidak ada lagi kesalahan-kesalahan yang muncul. (HL-Ayu)