Gubernur Arinal Harapkan Sinergi Pengusaha dan Pekerja Makin Mantap

7
Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto saat membuka seminar Hari Buruh Internasional. (foto: Diskominfotik)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi berharap sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja makin mantap dalam memaknai momentum Hari Buruh Internasional (HBI) tahun 2022 ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto, saat mewakili Gubernur membuka Seminar memperingati Hari Buruh Internasional tahun 2022, di Ballroom Hotel Horison, Kamis (12/05/2022).

“Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan pemikiran baru serta sebagai upaya memantapkan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujar Fahrizal.

Fahrizal mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah, BPJS Ketenagakerjaan, Apindo Lampung, Organisasi Serikat Pekerja, dan Kepolisian.

“Hal itu dimaksudkan untuk membahas dan bertukar pikiran mengenai isu-isu yang berkembang tentang ketenagakerjaan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Fahrizal berharap, kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memajukan sektor pekerja di Provinsi Lampung.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Lampung Rel Tobing, dirinya siap merayakan hari buruh.

BACA JUGA:  Diduga Cabuli Adik Ipar, Warga Lamsel Ditangkap Polisi

“Sebenernya lebih baik problem masalah buruh diadakan seperti seminar saat ini. Namun, karena beberapa instansi yang bergandengan dengan buruh tidak hadir, yakni pihak BPJS.

“Dalam seminar ini, sasaran KSBSI tidak kena (karena tidak hadir pihak BPJS),” terang Rel Tobing.

Menurutnya, masalah BPJS sangat dominan banyak yang dikeluhkan oleh perusahaan.

Sedangkan terkait unjuk rassa 14 Mei nanti Lampung, sebenernya hanya merayakan saja. Sedangkan yang lebih tepat adalah buruh yang di pusat karena akan aksi di DPR, karena pihak legislatif di DPR mereka langsung yang punya kebijakan.

Diketahui aksi perayaan May Day tepat pada 1 Mei 2022, namun karena Idul Fitri 1443, diganti Sabtu 14 Mei 2022.

Terpisah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Lampung Sulaiman Ibrahim, menyampaikan bahwa tiga konferedasi serikat buruh menyampaikan ada tujuh belas tuntutan yang akan dibawakan dalam aksi.

BACA JUGA:  Pabrik Tambang di Natar Lampung Selatan Meledak, Tiga Tewas dan Dua Kritis

“Seperti Omnibus Law ini, kita tetap memperjuangkan tuntutan, dan juga upah buruh yang saat ini semena-mena jauh dari UMR, ya tidak bisa segini seenaknya, kita (buruh) diatur pemerintah,” kata Sulaiman.

Pasalnya, sejauh ini, kata Sulaiman perusahaan sangat banyak yang masih tidak memberikan haknya seperti gaji masih di bawah Upah Minimum Regional atau UMR.

Ia mencatat, ada sebanyak 40 persen perusahaan yang ada di Lampung upah sangat murah. Ini lha yang kami tolak.

Sedangkan terkait aksi buruh yang dilakukan dihari Sabtu, dan kantor Pemerintahan libur, ia menjawab bahwa itu tidak ada masalah, karena buruh hanya memperingati aksi perayaan May Day 14 Mei 2022.

Sulaiman juga memastikan bahwa buruh yang melakukan aksi tidak akan kericuan

“Karena kami juga sudah mengarahkan anggota kami, begini buruh di indonesia ini adalah orang yang beradab ketika ada aksi apapun tidak ada ribut,” kata dia.
(HL-Ayu/*)