Pemprov Lampung Ngutang di PT SMI untuk Proyek Jalan

18
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Lampung, Febrizal Levi Sukmana.

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Dana PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp569 miliar untuk perbaikan ruas jalan di Provinsi Lampung akan segera dimulai pada bulan Juni 2022.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK), Febrizal Levi Sukmana kepada Headline lampung, Jumat (13/05/2022).

Levi panggilan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini sedang persiapan tender. Mudah-mudahan bulan Juni sudah mulai pelaksanaannya.

“Insya Allah akhir Desember 2022 sudah kelar pekerjaannya,” kata dia.

Sebenarnya, menurut Levi perbaikan ruas jalan provinsi membutuhkan dana kurang lebih mencapai Rp2,1 triliun, setidaknya terdapat 25 ruas jalan provinsi.

“Makanya kita pinjam dengan PT SMI untuk perbaikan di 14 ruas jalan. Untuk sisanya itu kita upayakan dengan APBD, APBN atau investor, ” ungkap levi.

BACA JUGA:  Asik Nyabu Dalam Mobil, Dua Wanita Ditangkap Satresnarkoba Polres Way Kanan

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan dana yang diajukan ke PT SMI semua untuk mendukung pembangunan jalan prioritas. Untuk melakukan perbaikan beberapa ruas jalan yang tergolong vital karena fungsinya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia menjelaskan, jalan yang akan dijadikan prioritas perbaikan tersebut diantaranya ruas jalan yang memiliki kategori seperti dapat meningkatkan ekonomi daerah serta jalan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. 

“Selain jalan dengan mobilitas tinggi tentunya jalan yang menghubungkan ke sentra-sentra produksi. Harapannya dengan dibangunnya jalan tersebut  maka ekonomi di Lampung akan tumbuh, ” pungkasnya. (HL-Ayu)

BACA JUGA:  Baznas Pesawaran Realisasikan Program E-Zakat

14 Proyek Jalan Gunakan Dana PT SMI:

1.Bujung Tenuk-Penumangan Tuba Rp41,9 miliar

2.Penumangan-Tegal Mukti Tubabar Rp56 miliar

3.Serupa Indah-Tajab Waykanan Rp28,9 miliar

4.Kotagajah-Simpangrandu Lamteng RpRp59,5 miliar

5.Simpangrandu-Seputih Surabaya Lamteng Rp54,3 miliar

6.Seputih Surabaya-Sadewa Lamteng Rp26 miliar

7.Talangpadang-Ngarim Tanggamus Rp56 miliar

8.Ngarip-Ulusemong Tanggamus Rp60 miliar

9.Ulusemong-Simpang Trimulyo Tanggamus Rp8 miliar

10.Rimulyo- Bungin-Simpang Tugu Sari Lambar Rp12,3 miliar

11.Kotabumi-Ketapang Lampung Utara
Rp49,9 miliar

12.Ketapang-Negara Ratu Lampung Utara Rp38,9 miliar

13.Negara Ratu-Simpang Soponyono Sp Rp42.5 miliar

14.Soponyono-Serupa Indah Waykanan Rp34,8 miliar.(**)