Harga Kopi Tingkat Petani di Lambar Naik, Ternyata Ini Sebabnya

448
Kabid Perkebunan Disbunnak Kabupaten Lampung Barat, Sumarlin.

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Memasuki musim panen, harga kopi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengalami kenaikan mencapai Rp23 ribu hingga Rp26 ribu/kg.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar, Yudha Setiawan melalui Kabid Perkebunan, Sumarlin.

Sumarlin mengatakan, kenaikan harga komoditas kopi terjadi sejak Oktober 2021 lalu.

“Untuk harga kopi asalan, di tingkat petani berkisar Rp23 ribu/kg, sedangkan untuk basis great 4A harganya berkisar Rp26 ribu/kg, tergantung dari kualitas kopi yang dihasilkan oleh masing-masing petani,” jelasnya, Selasa (17/05/2022).

Sumarlin mengatakan, rata-rata pada tingkat petani kopi yang dijual merupakan jenis kopi great 5, dimana tidak lagi dilakukan penyortiran antara kopi dengan kualitas yang bagus dengan kualitas yang sedang.

BACA JUGA:  Lima Tahun, Gedung SDN 1 Penanggungan Tanggamus Dibiarkan Rusak

Namun, lanjutnya, ketika gradenya lebih tinggi dari basis harga yang diberikan bisa mencapai Rp27 ribu/kg atau lebih.

“Kenaikan harga, kembali lagi ke kualitas masing-masing kopi yang akan di jual karena setiap petani kualitas kopinya pasti berbeda-beda,” ujarnya.

Sedangkan, kata Sumarlin, untuk di tingkat penjual atau pengepul, biasanya masing-masing perusahaan memiliki kriteria dengan kualitasnya masing-masing. Misalnya, Nestle hanya membeli great 4 kebawah, LDC biasanya great 4B ke bawah, sehingga ada kriterianya masing-masing.

Ditambahkanya, pada Agustus tahun 2018-2021 harga Kopi di Lambar cenderung flat berkisar Rp18 ribu-Rp20 ribu/kg.

BACA JUGA:  Audit Pengelolaan Keuangan 2020 Selesai, BAZNAS Pesawaran Raih Penghargaan Opini WTP

“Namun, tahun 2021 sampai tahun ini harga kopi terus mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Dikatakannya, Kabupaten Lambar memiliki lahan kopi seluas 53 ribu hektare, idealnya dalam 1 batang kopi bisa menghasilkan sebanyak 1 kg kopi. Sedangkan, untuk 1 hektar bisa ditanami sekitar 2000-2500 batang kopi.

Menurut Sumarlin, untuk 1 hektare rata-rata jika manajemen perawatannya bagus bisa menghasilkan sebanyak 1-2 ton kopi/hektar, sehingga manajemen perawatan juga akan menentukan kualitas dan hasil produksi kopi saat panen.

“Puncak panen kopi, diperkirakan akan terjadi pada Agustus-September mendatang. Karena, saat ini masa panen masing-masing kebun atau wilayah berbeda-beda,” pungkasnya. (HL-Hendri/*)