Reka Ulang Kasus Pembunuhan, Keluarga Korban Minta Pelaku di Hukum Berat

107

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH– Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lampung Tengah (Lamteng) menggelar rekonstruksi/reka ulang kasus pembunuhan terhadap YI (23) warga Desa Pemanggilan Natar, Lampung Selatan, Selasa (2/8/2022).

Rekonstruksi diawali dengan Tersangka TR dan AP, yang menumpang tidur di rumah korban. Lalu keesokan harinya SIM card (kartu HP) milik pelaku TR hilang. Hal itu diduga menjadi pemicu timbulnya emosi pelaku TR terhadap korban. Pelaku mengumpulkan rekan-rekanya untuk mengintimidasi hingga melakukan tindak kekerasan terhadap YI.

Demikian dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edi Qorinas, SH.,MH, mewakili Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, SIK., M. Si, disela kegiatan rekontruksi tersebut.

Edi Qorinas juga menyebutkan ke sembilan tersangka tersebut masing-masing Tr (22), warga Jalan Indrabangsawan Rajabasa Bandar Lampung. MH alias Ikbal (20) warga Palapa III Labuhan Ratu Bandar Lampung , keduanya dibekuk TIM Tekab 308 Polres Lamteng di Celengsi Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Apresiasi Kinerja Petugas Kebersihan, Bupati Lambar Berangkatkan Umroh

Sedangkan Ap (20) warga Jalan Nunyai Rajabasa Bandar Lampung, Mel alias galang (19), warga Desa Sidoarjo Natar Lampung Selatan dan TN (17) warga Gang Citra Raja Basa Bandar Lampung ditangkap terlebih dahulu di Cilegon, Banten

Sementara 3 orang pelaku yang sedang dalam pengejaran Al dan Mugo juga warga Bandar Lampung kemudian JB warga Baturaja.

Sedangkan RP alias Bagong (25) warga Jalan Pulau Buton Gang Asri Jagabaya 2, telah menyerahkan diri ke Polres Bandar Lampung, Senin (1/8/2022).

“Para pelaku dalam rekaman adegan tersebut memerankan 46 adegan, dari awal hingga pembuangan jasad korban ke aliran irigasi Bedeng III Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Lampung Selatan Disuntik Vaksin Covid-19

Reka ulang terbut juga dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum, Seksi Pidana Umum (Pidum) Kasi Pidum, M. Erlangga SH, Jaksa Ria Sulistyowati, Elis, Siska, dan elfa. Bahkan turut hadir juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah, Eko Yuono.

Sementara istri korban VN (24), saat menghadiri rekontruksi tersebut meminta kepada para penegak hukum untuk menghukum para pelaku dengan seberat-beratnya. Karena telah mengakibatkan dia dan anaknya yang baru berusia (7) bulan menderita.Bahkan VN mengaku dicurigai oleh sejumlah warga, karena diduga menjadi pemicu pembunuhan terhadap suaminya. (Gunawan/nta)