Bupati Tanggamus Tandatangani MoU dengan PT. Aspac Tekno Globalindo

20

HEADLINE LAMPUNG, TANGGAMUS — Upaya memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Tanggamus yang menderita gagal ginjal, Bupati Tanggamus, Dewi Handajani menandatangani kesepakatan bersama PT. Aspac Tekno Globalindo dan Perjanjian Kerja Sama/KKS antara PT. Aspac Tekno Globalindo dengan Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) tentang Kerja Sama Operasional Unit Hemodialisa dan Peralatan Kesehatan.

Acara tersebut berlangsung di Aula Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang, Islamic Center Kecamatan Kota Agung, Senin (29/8/2022)

Bupati Dewi Handajani, menyampaikan rasa bangganya dan apresiasi kepada RSUDBM atas kegiatan tersebut, yang akan menghadirkan unit pelayanan hemodialisis atau cuci darah, sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tanggamus dalam penanganan cuci darah yang dulunya harus keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

Bupati berharap agar seluruh tenaga medis tenaga kesehatan dan staf jajaran RSUDBM dapat terus meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal kepada masyarakat yang datang untuk berobat.

BACA JUGA:  Antispasi Covid-19, Pemkab Pesawaran Screening Kendaraan di Tugu Pengantin

“Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama Pemkab Tanggamus antara PT. ASPAC Tekno Globalindo dan RSUDBM ini meliputi kerjasama di bidang pelayanan kesehatan bagi warga Kabupaten Tanggamus dan operasional peralatan kesehatan unit Hemodialisa di RSUDBM Kota Agung. Harapannya dengan kerjasama ini ke depan akan dibangun dan berdiri unit Hemodialisa di RSUD batin mangunang Kotaagung sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus akan semakin luas dan RSUD batin mengunang semakin maju dan berkembang” kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut bupati juga meresmikan bangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yaitu struktur atau bangunan yang dirancang untuk mengolah limbah cair kimiawi dan biologis yang ditimbulkan dari aktivitas rumah sakit sehingga menghasilkan ruangan buangan yang memenuhi standar baku mutu dan aman untuk dibuang atau digunakan kembali untuk kegiatan lain.

Sementara dr. Meri Yosefa, dalam laporannya mengatakan (Pernefri) menunjukkan lebih dari 25 juta orang Indonesia mengalami gangguan fungsi ginjal karena hipertensi dan diabetes. Sementara di kabupaten Tanggamus saat ini berdasarkan data yang kami peroleh dari BPJS tidak kurang dari 72 orang pengguna kartu BPJS yang merupakan warga Tanggamus yang sedang menjalani perawatan rutin hemodialisa/cuci darah di berbagai Rumah Sakit diluar kabupaten Tanggamus.

BACA JUGA:  AKBP Hujra Ingatkan Kapolsek Pahami Time Line Pilkakam

“Alhamdulillah dengan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Tanggamus dan gayung bersambut dari PT Aspac Techno Globalindo InshaAllah harapan tersedianya pelayanan Haemodialisa di Kab Tanggamus yakni di RSUD Batin Mangunang akan bisa kita wujudkan” katanya.

Hadir Direktur PT. Aspac Tekno Globalindo Rizal Kasli, ST. IPM, Direktur PT. Bagdu Utama Mandiri Suprayitno, SKM dan Jajaran, Direktur Rumah Sakit Umun Daerah Batin Mangunang dr. Meri Yosefa, Kadis Kesehatan Taufik Hidayat, Kabag Kerja Sama Maryani, Sekcam Kotaagung Adiputra, serta Jajaran pegawai RSUD Batin Mangunang. (HL-*/Andi)