Pendidikan Way Kanan Tercoreng Oleh Oknum Guru Cabul, Kadis Serahkan Sepenuhnya Ke APH

206

HEADLINE LAMPUNG, WAY KANAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan, Machiavelli merasa prihatin atas tercorengnya dunia pendidikan di Way Kanan yang di sebabkan oleh oknum guru ASN Sekolah Dasar (SD) berinisial DR (56) yang melakukan perbuatan cabul terhadap Lima Siswi yang masih duduk di kelas 3 SD di Kecamatan Gunung Labuhan.

Velli sapaan akrab KadisPendidikan dan Kebudayaan Way Kanan menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum untuk pelaku DR kepada Aparat Penegak Hukum (APH) .

“Atas kejadian ini, Saya menyampaikan rasa Duka bagi Insan Pendidikan Way Kanan. Kami Dinas Pendidikan menyerahkan sepenuhnya upaya hukum terhadap pelaku kepada APH,” ujar Velli saat menggelar Konferensi Pers. Kemarin, Senin (10/10/2022).

BACA JUGA:  Pemkab Lamteng Siapkan Anggaran THR ASN Rp52 Miliar

Velli mengklaim, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi dan Pembinaan-pembinaan di sekolah sekolah yang ada di Way Kanan. Bahkan langkah kongrit sudah di rencanakan Dinas Pendidikan bersama sama dengan DPRD Way Kanan, Dinas P3AP2KB Way Kanan, Polres dan Kejaksaan Way Kanan untuk bersinergi melakukan Pembinaan di sekolah sekolah.

“Sebenarnya kami sudah menyiapkan langkah kongkrit sejak Juli kemarin, yang di agendakan berjalan pada November mendatang, Bersama sama dengan DPRD dan Dinas KB, Kepolisian dan Kejaksaan. Tapi sudah keburu keduluan ada kejadian seperti ini,” klaim Kadis Pendidikan.

BACA JUGA:  PDI Perjuangan Lamteng Targetkan 25 Kursi di Pileg 2024

Velli berjanji, kedepan Pihaknya segera melakukan langkah langkah yang lebih Preventif dalam melakukan Pembinaan. Nantinya Dinas Pendidikan akan melakukan upaya Tes Kejiwaan Psikologis terhadap dewan guru atau Tenaga Pendidik yang ada di Kabupaten Way Kanan.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Way Kanan Medias Imroni menyatakan turut prihatin atas kejadian tersebut. Pihaknya akan terus mengawal dan melakukan pendampingan terhadap Lima Siswi yang menjadi Korban Cabul tersebut.

“Dari awal kasus ini kami langsung Kawal, kami lakukan pendampingan terhadap korban baik itu terkait psikologis Korban maupun proses hukumnya akan kami dampingi,” pungkasnya. (HL-Migo)