Dinas Kesehatan Kota Metro Roadshow Rembuk Stunting

32

HEADLINELAMPUNG, METRO – Dinas Kesehatan Kota Metro melakukan road show Rembuk Stunting pada sejumlah kelurahan yang ada di Bumi sai Wawai. Di antaranya,  Kelurahan Ganjaragung dan Kelurahan Sumbersari.

Rembuk Stunting, merupakan pertemuan dalam rangka membahas hasil perumusan kegiatan melalui diskusi terarah untuk membuat komitmen Desa dan menetapkan kegiatan-kegiatan konvergensi dalam menangani stunting.

Kegiatan Rembuk Stunting diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diantaranya Dinas Kesehatan Kota Metro, Bappeda, Dinas PPAPPKB, Disnaker dan Transmigrasi, serta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3).

Nurmawati, narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Metro pada  kegiatan Rembuk Stunting, menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak  lebih pendek  untuk usianya. (kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan  pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun).

BACA JUGA:  Buron 5 Tahun, Terpidana Korupsi Gedung SMAN 6 Ditangkap Intelijen Kejari Metro

“Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 hari pertama kehidupan,” kata Nurmawati, Selasa (24/01/2023).

Lebih lanjut, ia meneruskan, terdapat tiga komponen pencegahan dari sisi perilaku, diantaranya pola asuh, pola makan, dan pola hidup bersih. Selain itu, penguatan posyandu merupakan salah satu kunci penting dalam upaya penurunan prevalensi kekerdilan atau stunting, penguatan posyandu dapat dilakukan dengan cara makin mendekatkan posyandu ke masyarakat. Keberadaan  posyandu sangat efektif karena menjadi garda terdepan dalam upaya mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita.

BACA JUGA:  Walikota Metro Tunjuk Made, Sebagai Plt Kadis PUTR

“Selain dapat menjadi tempat pemeriksaan pertama bagi balita, pemantauan tumbuh kembang anak hingga pemberian vaksinasi di mana semuanya mendukung upaya pencegahan stunting pada balita,” urainya.

Ia juga menyebutkan, edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting kepada masyarakat, khususnya para orang tua juga dapat dilakukan di posyandu.

Dengan terus memperkuat peran posyandu diharapkan akan mendukung upaya mewujudkan generasi emas dan berkualitas. Ketika seorang anak diperiksa di posyandu diketahui mengalami permasalahan dalam tumbuh kembangnya maka bisa langsung ditindaklanjuti.

“Posyandu berperan penting, salah satunya untuk melakukan deteksi dini terkait kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui buku kesehatan ibu dan anak atau buku KIA,” pungkasnya. (HL-Dwi)