Kantor PT AKG Dibakar Masa, Ulah Penembakan Warga?

190

HEADLINE LAMPUNG, WAY KANAN – Kantor PT. Adi Karya Gemilang (AKG) yang berada di Kecamatan Bahuga Kabupaten Way Kanan, porak poranda karena diduga sengaja dibakar oleh Masa.

Pembakaran itu terjadi dilatar belakangi karena terjadinya Penembakan oleh Oknum Pers PAM Polda Lampung yang bertugas di PT. AKG terhadap seorang warga yang diduga melakukan pencurian sawit di kebun milik perusahaan tersebut.

Akibatnya, Massa yang terdiri dari Masyarakat yang berada seputaran Perusahaan tersebut tersulut emosinya, lalu melakukan Pembakaran terhadap Kantor dan Gudang PT. AKG.

Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini. Warga yang meninggal dunia yang diduga ditembak oleh Oknum tersebut bernama AS, Warga Kecamatan Bumi Agung, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan.

Adapun kejadian itu, terjadi pada hari Minggu, 29 Januari 2023 sekitar Pukul 23.30 WIB. Di blok 11 PT. AKG BAHUGA Kampung Bumi Agung, Kecamatan Bahuga.

BACA JUGA:  Disdikbud Mesuji Gelar Workshop Penyiapan Calon Guru Penggerak Jenjang Pendidikan Dasar

Tokoh Pemuda Kampung Bumi Agung Bahuga, Habibi Prabu membenarkan informasi itu dan mengecam keras kejadian tersebut. Menurutnya tidak semestinya Oknum PAM tersebut langsung melakukan penembakan yang belum tentu korban tersebut melakukan pencurian.

“Saya selaku Tokoh Pemuda Bahuga siap di depan dan sangat menyayangkan terjadinya Penembakan itu. SOP nya bagaimana itu, kok bisa langsung ditembak mati. Korban itu bukan Rampok atau Begal, itupun masih diduga melakukan pencurian sawit. Tapi kok langsung ditembak kena di bagian leher tembus,” ungkapnya saat dikonfirmasi Via Telepon Seluler. Senin (30/01/2023).

Ia menjelaskan, terkait dugaan terjadinya pembakaran yang dilakukan oleh masa terhadap Kanto PT. AKG kemungkinan besar karena kejadian Penembakan terhadap warga Bumi Agung tersebut.

BACA JUGA:  Jumat Curhat di Pringsewu Irwasda Polda Lampung Jawab Berbagai Polemik di Masyarakat

“Menurut saya mungkin hal yang wajar kalau masa melakukan Pembakaran itu. Nyawa nggak bisa dibayar pakai duit, jadi wajar saja kalau masyarakat tersulut emosinya dan melakukan pembakaran itu,” ujarnya seraya mengatakan bahwa informasi itu ia dapat dari masyarakat di Bumi Agung induk karena dirinya masih di Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan, AKP. Andre Try Putra saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan dan Pihaknya baru memonitor kejadian tersebut.

“Kejadian semalam Bang. Baru kita monitor. Untuk keterangan lebih lanjut mohon ijin Bang nanti ke pihak Humas saja yang memberikan keterangan,” pungkasnya. (HL-Migo)