Dua Ayah Tiri Gagahi Gadis Dibawah Umur, Yang Satu Mengaku Hanya Pake Lidah

546

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH – Dua ayah tiri gagahi gadis dibawah umur. Ayah tiri kedua mencabuli dan memperkosa korban layaknya hubungan suami istri sejak tahun 2019-2022, modusnya menjanjikan akan mebekikan inindan itu, hingga korban terlerdaya. Kemudian ayah tiri yang pertama mengaku hanya mencabuli anak tirinya menggunakan lidah.

Ceritanya begini, sebut saja Bunga (17) beberapa tahun lalu ayah kandungnya meninggal dunia. Namun status janda tidak berlangsung lama karena ada seorang buruh sebut saja FRM (63) Yang siap meminang ibunya Bunga.

Sejak saat itu Bunga memiliki ayah tiri, akan tetapi tidak berlangsung lama, ibu dan ayah tirinya bercerai.

Ibunda Bunga merupakan warga salah satu Kampung di Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah, kembali berstatus janda, entah gimana ceritanya ada seorang pria kembali meminangnya yakni SMN (50) seoranh buruh tani, warga Kampung Gayau Sakti Kecamatan Seputihagung Lampung Tengah.

Singkat cerita sejak tahun 2019 hingga 2022, Bunga selalu menjadi sasaran pelampiasan nabsu birahi ayah tirinya.

Peristiwa tak lazim tersebut selalu dilakukan ayah tirinya bila sang ibu sedang tidak berada di rumah.

Hal itu dijelaskan olah Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Selasa (20/06/2023).

Menurut AKP Edi Qorinas terungkapnya ayah tiri gagahi gadis dibawah umur tersebut bermula dari suatu ketika ponsel korban tertinggal di rumah.

“Saat itu banyak sekali panggilan whatsapp dan chat dari SMN, sehingga mengundang kecurigaan bibik korban. Apa lagi isi chat yang dikirim pelaku tersebut berisikan kalimat-kalimat orang dewasa yang berstatus suami istri,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Lamteng Apresiasi Rumah Isolasi Kampung Tanjunganom

Rasa curiga dan khawatir bibir korban membuka tabir yang tersembunyi selama ini, Bunga langsung diinterogasi oleh kerabatnya.

Betapa kagetnya keluarga tersebut saat mendengar pengakuan korban bawah telah melayani libido ayah tirinya sejak tahun 2019 sampai 2022.

Kepada kerabatnya korban mengaku terpaksa melayani nafsu angkara murka ayah tirinya karena jika menolak dan bercerita kepada orang lainya maka dirinya akan dibunuh.

“Keluarga korban tidak terima saat itu juga langsung melaporkan kelakukan SMN ke Unit PPA, Sat Reskrim Polres Lamteng,” ujar AKP Edi Qorinas.

Setelah mendapatkan dan mengumpulkan bukti-bukti SRM langsung dibuntuti petugas, dan berhasil diamankan saat di berada di rumahnya di Kampung Gayau Saksi Jumat (16/06/2023).

Kepada petugas pemeriksa pelaku sempat mengelak bahwa dirinya tidak pernah berbuat tak senonoh. Namun setelah ditujukan bukti-bukti Buruh tani tersebut tidak bisa mengelak tertunduk lemas mengakui perbuatanya.

Setelah SRM diamankan polisi kata AKP Edi Qorinas, keluarga korban kembali geger pasalnya Bunga mengaku bahwa ayah tirinya yang pertama FRM, juga sempat minta jatah menikmati tubuh ABG tersebut.

Kedua mata keluarga korban kembali terbelalak dan mulut menjadi gagu tak mampu berkata-kata. Kesal dengan ulah FRM, yang telah berbuat tak senonoh kepada Bunga, kerabat korban kembali mendatangi Unit PPA Sat Reskrim Polres Lamteng untuk melaporkan ayah tiri Bunga yang pertama yakni FRM, atas tuduhan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

BACA JUGA:  Usai Divaksin Covid-19, Ini Reaksi yang Dirasakan Ketua DPRD Mesuji

Peristiwa tersebut kata Kasat Reskrim, diawali dengan korban meskipun telah memiliki ayah tiri. Namun SRM dikenal pelit sehingga Bunga menemui ayah tirinya yang pertama FRM, minta untuk dibelikan paket internet.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas Peristiwa itu terjadi sekira bulan Februari 2023.

“Kesempatan itu dimanfaatkan oleh pelaku FRM untuk berbuat tak senonoh, sehingga dia pelaku sukses mencabuli korban,” katanya.

Berbekal laporan dari ibu korban, Polisi bergerak menangkap pelaku yang sedang memperbaiki tembok kamar mandi di rumahnya.

“FRM juga telah kita amankan di Mapolres Lamteng, guna mempertanggung jawabkan perbuatanya,” imbuh AKP Edi Qorinas.

Kepada petugas pemeriksa FRM, menolaj jika telah memperkosa korban, karena dirinya hanya mencabuli gadis belia tersebut menggunakan lidah.

“Saya khilaf pak,” ujarnya singkat.

Saat ini kedua ayah tiri bejat tersebut telah diamankan di Mapolres Lamteng untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Kedua pelaku dijerat dengan Tindak Pidana Persetubuhan dan Perbuatan Cabul Terhadap Anak dibawah Umur sebagaimana diatur dalam Pasal 81 dan Pasal 82 UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-Undang No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76 D dan 76 E Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. (HL-Gunawan)