Realisasi Investasi di Lamteng Capai Rp770 Miliyar Pada Triwulan I Tahun 2023

33

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH – Dalam rangka mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan Layanan perizinan berusaha, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Tengah menggelar bimbingan teknis (Bimtek) OSS dan LKPM yang diikuti oleh fasilitator perizinan tingkat kecamatan, kampung dan kelurahan.

Dari hasil penilaian BKPM dari Kementerian Investasi, Pelaksanaan Percepatan Berusaha (PPB) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Lampung Tengah saat ini peringkat 16 Nasional dari 415 Kabupaten se Indonesia dengan nilai 93,29 atau Sangat Baik.

“Kami menggelar Bimtek bagi fasilitator perizinan tingkat kecamatan, kampung dan kelurahan, sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan ini. Hal ini dilakukan dalam rangka mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan layanan perizinan berusaha,” kata Kepala DPMPTSP Lamteng, Imam Fatkuroji, Rabu (26/07/2023).

BACA JUGA:  Curhat Di Tobong Genteng, Warga Pagelaran Sampaikan Keluhan dan Harapan Kepada Polisi

Adapun realisasi Investasi untuk Triwulan 1 Tahun 2023 mencapai lebih dari Rp770 Miliyar. Terdapat 5 Kecamatan sebagai pengurusan NIB terbanyak yaitu, Terbanggi Besar, Kalirejo, Gunungsugih, Punggur dan Bangunrejo.

“Untuk realisasi Investasi di Triwulan 1 Tahun 2023 mencapai lebih dari Rp770 Miliyar. Dalam hal ini, mereka para fasilitator perizinan kecamatan dan kampung akan mendapatkan materi tentang perizinan OSS-RBA, sertifikasi halal, P-IRT, persetujuan bangunan gedung, dan yang lainya. Selain itu juga kegiatan ini berlangsung atas kolaborasi DPMPTSP Lampung Tengah dengan BPJS Ketenagakerjaan Lampung Tengah,” jelasnya.

BACA JUGA:  Operasi Antik Krakatau, Satres Narkoba Gulung 11 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Sementara Bupati Lampung Temgah, memberikan apresiasi kegiatan Bimtek fasilitator perizinan. Harapannya kegiatan ini akan mempertajam pelayanan Bunga Kampung yang saat ini sudah berjalan baik.

“Kami harapkan para Fasilitator Perizinan harus menjadi agen perubahan pelayanan publik di kampung dan kecamatan masing-masing,” kata Musa.

Pemkab Lamteng juga telah melakukan dilakukan penandatanganan MoU antara Branch Manager PT TASPEN dengan berkaitan Layanan pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Lampung Tengah. Hal ini akan menambah layana pada MPP Lampung Tengah yang saat ini terdapat 28 Instansi dan 162 jenis pelayanan. (HL-Gunawan)