Diduga Berbuat Cabul, Seorang Pria Ditangkap Petugas PPA Satreskrim Polres Way Kanan

47

HEADLINE LAMPUNG, WAY KANAN – Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polres Way Kanan Polda Lampung meringkus pelaku diduga melakukan perbuatan cabul di Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.

Pelaku inisial SG (33) berdomisili di Kampung Bhakti Negara Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra  menjelaskan kronologis kejadian pada hari Rabu, 17-05-2023 pukul 10:00 WIB.

“Korban seorang wanita inisial SM (23) sedang beristirahat di kamar lalu tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang masuk memanjat melalui pintu jendela kamar korban,” ujar Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra melalui Rilis yang di terima media ini. Selasa (15/07/2023).

BACA JUGA:  Curi Motor di Mushola, Warga Lampung Utara Diamankan Polsek Pakuan Ratu Way Kanan

Kasat menjelaskan, Pelaku saat itu langsung menindih badan korban dan korban memberontak menghindarinya. Tak sampai di situ, tangan tersangka bergentayangan ke bagian tubuh vital untuk membuka celana si korban. Korban pun berteriak meminta tolong warga sekitar.

“Mendengar teriakan korban akhirnya tersangka langsung takut dan melepaskan tangan korban lalu pergi meninggalkan rumah melalui pintu depan rumah korban,” jelasnya.

Atas  kejadian tersebut korban mengalami trauma dan tidak terima sehingga melaporkan tindakan pelaku ke Polres Way Kan untuk ditindak lanjuti.

BACA JUGA:  Cawabup Way Kanan Ali Rahman Dua Hari Selesaikan Kampanye di Rebang Tangkas

Kronologis penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada hari Rabu, tanggal 09-08-2023 pukul 03.00 WIB, Unit PPA Satreskrim Polres Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penangkapan terhadap tersangka di Gubuk Kebun Karet Kampung Pakuan Ratu Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.

Saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut Kasat Reskrim.

“Akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal 289 KUHP, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim. (HL-Migo)