Petani Kapulaga Membutuhkan Pelatihan dan Bimbingan Teknis

32

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN – Budidaya tanaman Kapulaga sedang menjadi tren di masyarakat petani yang berada di dataran tinggi,

khususnya yang ada di Desa Maja, petani yang tadinya menanam kopi, coklat, lada, kini beralih menanam kapulaga.

Pelatihan dan pemahaman secara teknis dalam bertani kapulaga diharapakan oleh para petani, karena para petani masih kekurangan informasi tentang bagaimana cara menaman dan mengolah kapulaga yang baik dan benar.

Diungkap oleh Kepala Desa Maja, Ansori Syam bersama aparatur desa saat dilakukan investigasi di Balai Desa Maja Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran. Kamis (31/08/2023)

“Pengetahuan tentang tata cara penanaman kapulaga masih sangat minim, para petani yang menanam tanaman ini hanya menyerap pengetahuan dari obrolan diantara para petani dan sarana gadget melalui medsos, oleh karenanya perlu adanya sosialisasi dan bimbingan khusus dari instansi terkait tentang tata cara budidaya Kapulaga,” kata Ansori Syam. Sabtu (02/09/2023)

BACA JUGA:  GMC Bangkitkan Kesadaran Generasi Muda Lampung Terhadap Kebudayaan Indonesia

Menurut Ansori Syam, Desa Maja Luas wilayahnya 17.500 hektar, dengan luas area sawah 25 hektar, masyarakat Desa Maja selain buruh, mayoritas adalah petani, dengan luas lahan pertanian (perkebunan) disini diperkirakan 500 hektar termasuk kawasan hutan register 20,

“Harga jual yang menjanjikan menarik minat para petani untuk menanam kapulaga, sempat waktu itu mencapai Rp 300rb per kilogram, dan saat ini harga pasaran untuk Kapulaga kering Rp.52ribu, sedangkan kapulaga basah berkisar Rp.15ribu,” ungkapnya.

Kemudian Ansori menambahkan, untuk pemasaran dari hasil para petani masih mengalami kesulitan, dalam ketentuan harga jual dipasaran,

“Perhatian dan bimbingan teknis dari Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait diharapkan mampu mendongkrak hasil dari petani kapulaga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat petani di Desa Maja khususnya dan masyarakat Kabupaten Pesawaran, hingga menjadi petani yang makmur dan sukses,” tambahnya.

BACA JUGA:  150 Pengunjung Pantai Mutun Terjaring Operasi Yustisi

Ditempat yang sama, Sekretaris Desa Maja, Musni mengatakan, selain perhatian dalam sektor pertanian, kami juga berharap perhatian pemerintah dalam infrastruktur,

“Terputusnya jalan poros (penghubung) antara Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus juga faktor penting dalam menunjang transportasi penyaluran hasil bumi, serta normalisasi sungai karena terjadinya pendangkalan dalam antisipasi musim penghujan takut terjadi banjir,” pungkasnya.

Diketahui, Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Kedua genera ini adalah tanaman asli Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Nepal, dan Pakistan; biji kapulaga dapat dikenali dari biji polongnya yang kecil, penampang irisan segitiga, dan berbentuk gelendong kumparan, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam yang kecil. (HL-Yudhi)