Seni Tari, Dalam Program Desa Wisata Budaya, Pemdes Pekon Ampai

33

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN — Era Digitalisasi (modern) dengan informasi yang serba cepat dan teknologi yang canggih dapat mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat pedesaan.

Kehidupan masyarakat di desa identik dengan adat istiadat, seni dan budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang dan menjadi bagian tatanan kehidupan masyarakat, salah satunya Seni Tari yang menjadi Program Pemerintah Desa sebagai Desa Wisata Budaya yang harus tetap terjaga dan dilestarikan, agar tidak terpengaruh dan tergerus oleh nilai-nilai yang disebabkan kemajuan jaman.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Pekon Ampai, Ridwan saat diwawancarai media ini pada hari Kamis 31 Agustus 2023, di Desa Pekon Ampai Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran. Sabtu (02/09/2023).

“Sementara banyak sekali nilai-nilai filosofi yang terkandung dari peninggalan orang tua kita dahulu, untuk pedoman dengan norma-norma atau nilai kehidupan ditengah masyarakat yang berkembang. Dengan melestarikan seni tari yang ada di Desa Pekon Ampai adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat yang mayoritas Suku Lampung,” kata Ridwan.

BACA JUGA:  Bacabup M Nasir Bantu Masyarakat Negerikaton Timbun Jalan Rusak

Ridwan mengatakan, kami sudah memiliki warisan dari kesenian, yaitu seni tari, dan saat ini kami sedang memperbaiki dalam pengelolaannya.

“Manajemen menjadi fokus kami dalam melakukan perbaikan-perbaikan, sementara kita akui dari Sumber Daya Manusia (SDM) kami lemah, butuh dukungan dari berbagai pihak, dalam peningkatan SDM baik aparatur desa maupun masyarakat, serta mewujudkan program untuk melestarikan seni tari seperti, tari sembah, tari siger pengunten, tari japin lampung, tari pedang, tari dana, tari selendang, tari bedana, dan tari hadera, rebana, serta ngakhak sebagai tari betabuh,”

“Untuk pelaku tari adalah anak-anak didik dari sekolah tingkat Sekolah dasar sampai tingkat menengah atas,” katanya.

BACA JUGA:  Pengendalian dan Pengurangan Dampak Inflasi, Nanda Indira Buka Pasar Murah Mandiri

Masyarakat Desa Pekon Ampai mayoritas hidup sebagai petani, sebagai penopang kehidupan dengan bertani dari kelapa, pisang, cengkeh dan pala,

“Dengan luas wilayah 1400 hektar dan jumlah penduduk 802 jiwa yang terdiri dari 227 Kepala Keluarga (KK) dengan luas lahan pertanian seluas 1345 hektar, yang terdiri dari perkebunan, perhutanan mangrove dan hutan marga, serta sawah dan tambak udang,” tambah Ridwan.

Ridwan berharap, seiring perkembangan peradaban manusia saat ini telah berubah jauh dengan dicapainya beberapa kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, dan di segala aspek kehidupan,

“Agar pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan Desa Pekon Ampai baik sarana dan prasarana pembangunan serta peningkatan SDM masyarakat Desa,” pungkasnya. (HL-Yudhi)