Normalisasi dan Bronjong, Diminta Pemdes Sukajaya Marga Punduh

69

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN – Pemerintah Desa Sukajaya Kecamatan Marga Punduh, harapkan adanya normalisasi sungai dan bronjong untuk pembatas dari pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Dangkalnya aliran sungai dan longsor diarea aliran sungai sangat mengkhawatirkan terjadinya banjir dan erosi bila datang musim penghujan.

Kepala Desa Sukajaya, Tohir mengatakan, pada tahun 2018, desanya dilanda banjir yang mengakibatkan satu rumah warganya hanyut diterjang banjir.

“Kemudian di tahun 2020 banjir kembali terjadi, yang mengakibatkan satu dapur milik warga rusak akibat banjir, saat itu Kadis PUPR sudah datang untuk melihat kondisi di lapangan namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya, Rabu (06/09/2023).

BACA JUGA:  Banjir Rob Rendam 60 Rumah Warga Kapuran Kotaagung

Dirinya mengatakan, setiap tahunnya masyarakat menjadi was-was ketika sudah memasuki musim penghujan, karena berpotensi terjadi banjir di desanya.

“Kalau musim kemarau saat ini memang air di sungai Way Punduh mengalami kekeringan, tapi kalau sudah hujan potensi banjir cukup tinggi, apalagi adanya pendangkalan sungai yang terjadi lalu dinding-dinding sungai juga sudah tergerus oleh air,” ujar dia.

“Maka dari itu, kami berharap dari pemerintah melakukan normalisasi sungai daerah kami ini, lalu ada juga yang harus di lakukan pembangunan bronjong untuk mengurangi pengikisan badan sungai,” kata dia.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Pesawaran Sudiono mengatakan, pihak desa diminta untuk mengajukan permohonan normalisasi sungai yang ada di Kecamatan Marga Punduh.

BACA JUGA:  Aturan Usia Umroh Berubah, 100 CJU Lampung Barat Berangkat Sebelum Ramadhan

“Tahun ini diajukan saja dulu surat permohonannya ke kami, agar tahun depan bisa kita jadikan skala prioritas di tahun depan, dan itu menjadi dasar kita untuk pembahasan dengan komisi IIl DPRD Pesawaran,” katanya.

“Kemudian, saat musrenbang Kabupaten Pesawaran Kepala Desa bisa menyampaikan keinginan normalisasi itu, agar pimpinan tahu hal apa saja yang mendesak dan prioritas yang harus dibangun untuk tahun depan,” ujarnya.(HL-Yudhi)