Nelayan di Pesawaran  Bakal Terima Perangkat RANN

50

PESAWARAN – Guna meminimalisir resiko para nelayan dalam melaut dan mendapatkan informasi secara cepat kondisi terkini dalam lintas pelayaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian berkerjasama dengan Yayasan Penelitian Dan Pengembangan Telematika Indonesia (YPPTI) memberikan Perangkat Radio Nelayan Nusantara (RANN) di Ruang Pesawaran One Center (POC) Kabupaten setempat.

Bupati Pesawaran yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekeubang Kabupaten Pesawaran, Muhammad Alhusnuriski didampingi Kepala Dinas Kominfotiksan, Jayadi Yasa mengatakan tujuan penggunaan RANN adalah melindungi nelayan saat sedang melaut dan sangat dibutuhkan para nelayan untuk menginformasikan kondisi mereka ketika sedang melaut.

“Perangkat ini diharapkan dapat digunakan dengan baik dan benar sebab menurut data di tahun 2021 sebanyak 483 orang sudah menjadi korban dan 400 diantaranya menjadi korban jiwa mengingat Pesawaran berpapasan dengan selat sunda dan memiliki 37 pulau,” ucap Staf Ahli Bupati Bidang Ekeubang Kabupaten Pesawaran. Rabu (13/09/2023).

Bupati melalui Muhammad Alhusnuriski berharap RANN digunakan sesuai dengan fungsinya sehingga dapat menyelamatkan para nelayan dengan memberikan informasi terupdate ketika melaut.

BACA JUGA:  Update Covid-19 Way Kanan 3 Januari 2021: Alhamdulillah, Pasien Positif Tersisa Satu

RANN yang ada di pelabuhan Desa Batu Menyan juga diharapkan menjadi percontohan di wilayah nusantara. Selain itu semoga penggunaan frekuensi radio ini dapat bermanfaat dan tidak terjadi gangguan sinyal radio yang dampaknya dapat menyejahterakan para nelayan yang ada.

Ia menambahkan bahwa Pesawaran memiliki banyak pantai tapi tidak seluruhnya digunakan sebagai pencaharian nelayan.

“Diharapkan hal ini dapat meningkatkan minat para warga untuk menjadi nelayan karena terfasilitasinya media yang membuat mereka merasa lebih aman, semoga selain dari keselamatan ekonomi juga dapat meningkat,” pungkasnya.

Sementara Pengurus YPPTI Djamhari Sirat mengatakan YPPTI didirikan untuk mengembangkan telekomunikasi dan telematika dari kajian dan penelitian, yang mana harus berkerjasama dengan UMKM maupun Pemda untuk dapat menghasilkan penelitian yang dapat dilanjutkan menjadi riset-riset yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Dirinya menambahkan agar sinyal tidak mengganggu penerbangan Kominfo telah mengurus sinyal frekuensi tersebut agar bisa digunakan oleh para nelayan yang ada di dalam negeri.

BACA JUGA:  Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Disdag Metro Gelar Penetrasi Pasar

“Fungsi radio ini untuk keselamatan dan kesenangan para nelayan dengan adanya komunikasi antar nelayan lain, dengan menambah beberapa repeater di tiap pulau dapat meningkatkan cakupan dari sinyal radio para nelayan sehingga dapat mencakup luas perairan yang lebih luas lagi,” ucap Djamhari Sirat.

Pengurus YPPTI mengharapkan agar Kepala Desa dapat memonitor warganya yang berprofesi sebagai nelayan.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Batu Menyan, Syahruji mengucapkan terima kasih kepada pihak Kominfo dan YPPTI karena Desa Batu Menyan menjadi yang pertama.

“Terima kasih kami ucapkan, radio ini sudah pernah dicoba untuk mengukur jarak terjauh yang dapat dicapainya dan berfungsi untuk menyampaikan informasi yang ada di laut maupun sebatas mengobrol dengan operator yang ada di darat serta sampai saat ini belum ada masalah yang dihadapi dari radio maupun kondisi laut yang dialami oleh nelayan,,” tutup Syahruji. (HL-Yudhi)