Pembangunan Tugu Pena, Diharapkan menjadi Icon Kota Metro

545

METRO-Pembangunan Tuga Pena di pusat Kota Metro yang digagas oleh Pemkot setempat, diharapkan dapat menjadi icon Kota Metro. Pembangunan tugu tersebut, merupakan bagian dari rebranding atau pembaruan citra kota.

Sekretaris Kota Metro, Ir Bangkit Haryo Utomo, M.T., mengungkapkan seiring dengan berjalannya waktu, tampilan dan gaya arsitektur suatu kota dapat berubah. Oleh karena itu, diperlukan tampilan yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan terbaru dalam desain arsitektur kota. “Jadi pembangunan Tugu Pena sebagai salah satu upaya rebranding atau pembaruan citra kota, karena seiring berjalannya waktu, tampilan dan gaya arsitektur suatu kota dapat berubah,” kata Bangkit Haryo Utomo, Kamis (05/10/2023).

Lebih lanjut, Bangkit Haryo Utomo juga menyebutkan, pembangunan tugu senilai Rp 420 juta yang dikerjakan oleh PT Prana Muda Karya, bersumber dari anggaran dana CSR Bank Lampung. “Pembangunannya juga sudah melalui berbagai tahapan, di antaranya mendapatkan rekomendasi dan persetujuan dari Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Lampung,” urainya.

BACA JUGA:  Wagub Lampung Hadiri Musrenbang Lampura, Plt Bupati Ajak Satukan Persepsi

Lalu, seperti apa bentuk Tugu Pena tersebut?Bentuk desain Tugu Pena dengan tinggi 14 meter dan diameter dasaran 15 meter, pada bagian atas  terdapat bentuk pena yang kokoh, dengan mata pena berwarna emas melambangkan semangat dalam belajar, bekerja untuk meraih hasil yang maksimal.

Selanjutnya, pada bagian bawah pena terdapat jam penunjuk waktu, yang mengingatkan agar disiplin dan menghargai waktu. Jam tersebut, berada di atas buku terbuka, yang memperkuat kesan Metro sebagai kota berpendidikan.

Bagian selanjutnya, adalah globe atau bola dunia berwarna biru dengan garis bujur dan lintang berbahan stainless melambangkan teknologi di era global.

BACA JUGA:  Sekdakab Tubaba Usulkan 3 Raperda kepada DPRD

Setelahnya, bentuk kolaborasi rukun dan dinamis lima unsur, yang meliputi pemerintah, swasta, dunia usaha, masyarakat, dan dunia usaha. Adapun, warna emas melambangkan generasi emas.

Lalu, dasaran lingkaran hijau, sebagai ungkapan tanah yang subur dengan garis-garis gelombang aliran air. Sedangkan bentuk pagu’ merupakan bentuk arsitektur khas Lampung. Sedangkan, bentuk dasaran tersebut, merupakan tranaformasi dari bentuk intan permata, dengan 8 sisi yang melambangkan Tugu Pena terletak di pusat Kota Metro dari delapan penjuru mata angin.

Terakhir, pada bagian bawah tugu, terdapat logo Lampung, peta Kota Metro, dan Logo Kota Metro yang terlihat jelas pada posisi dekat tugu, setinggi pandangan normal manusia atau kendaraan. (Adv)