Kebakaran Gegerkan Warga Pekon Sri Kuncoro Tanggamus

48

TANGGAMUS–Musibah terjadi, sebuah rumah milik Asnawi (35) di RT 02 RW 02 Pekon Sri Kuncoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus ludes dilalap jago merah, Senin (13/11/2023).

Hal tersebut sontak menggegerkan warga setempat, mereka berbondong-bondong membantu proses pemadaman api termasuk tim pemadam kebakaran mengerahkan 2 mobil pemadam ke lokasi kejadian.

Sayangnya, kebakaran yang terjadi saat warga sedang tertidur membuat api merembet ke rumah-rumah tetangga korban diantaranya milik Samudin terbakar sekitar 20 persen, Satiri 20 persen dan Basri 10 persen.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, api juga berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB, dengan kerugian korban Asnawi berupa barang berharga, dokumen, dan prabotan rumah tangga.

BACA JUGA:  Pemkab Pesisir Barat Gelar Donor Darah Sukarela Peringati HUT Korpri Ke-52

Kapolsek Semaka Polres Tanggamus, Iptu Lusiyanto, S.H mengatakan, pihaknya setelah mendapatkan informasi tersebut juga telah mendatangi TKP untuk menyelidiki penyebab kebakaran.

Pasca-kejadian, koordinasi dengan instansi terkait, Kecamatan, dan puskesmas dilakukan untuk membantu korban, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pendataan kerugian.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan korban, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari bagian atas rumah korban,” kata Iptu Lusiyanto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K.

Data sementara korban menyatakan kerugian material akibat kebakaran mencapai Rp100 juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, kehilangan menjadi pukulan berat bagi korban.

“Upaya kami berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu meringankan korban,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan korban detik detik kebakaran terjadi bermula sekitar pukul 03.00 WIB, mereka sekeluarga sedang terlelap tidur salah satu anggota keluarga terbangun karena hawa panas dari api.

BACA JUGA:  Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Tertunduk Lesu Saat Ditangkap Polisi

Ketika sadar api sudah besar genting-genting sudah terjatuh jatuh, sehingga mereka langsung menyelamatkan anak-anak, namun ketika kembali hedak menyelamatkan barang-barang tetapi tidak berhasil.

“Hanya pakaian yang tersisa yang dipakai oleh korban dan keluarga. Untuk semua barang berharga termasuk kendaran tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Kapolsek mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik pada rumah tinggal, sehingga diketahui kendala instalasi.

“Melalui pemeriksaan rutin pada instalasi listrik di rumah tinggal. Diharapkan dapat mencegah terjadinya korsleting penyebab kebakaran,” tandasnya.(HL-*/andi)