Jelang Idul Adha, Ketersediaan Bahan Pokok di Pesawaran Aman

12

PESAWARAN – Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Pesawaran dalam kondisi aman salah satunya terpantau di Pasar Hanura, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Saat dilakukan monitoring di pasar tersebut, yang sebelumnya dilakukan di Pasar Umbul Kluwih, pada hari Selasa (11/06/2024).

“Stok ketersediaan bahan pokok terbilang aman, sejak kemarin hingga hari ini, namun di Pasar Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, untuk harga bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan Rp2.000,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hendra Sulistianto, Rabu (12/06/2024).

Menurutnya, di Pasar Hanura untuk harga bawang merah sebelumnya Rp40.000, menjadi Rp38.000, sedangkan bawang putih sebelumnya Rp40.000 menjadi Rp38.000,

BACA JUGA:  Bupati Tanggamus Ingatkan Warga Manfaatkan Telekomunikasi dengan Bijak

“Harga Cabai masih mengalami kenaikan Rp10.000 di Pasar Hanura sebelumnya harga cabai merah Rp50.000 menjadi Rp60.000. Lalu harga cabai rawit sebelumnya Rp 40.000 menjadi Rp50.000,” ujar Hendra.

Lebih dari itu, Hendra menyebutkan, kenaikan juga dialami untuk harga telur ayam naik Rp1.000 sebelumnya Rp28.000 menjadi Rp29.000, begitu pun harga ayam boiler naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp 33.000 menjadi Rp35.000,

“Jadi, dari empat (4) bahan pokok yang mengalami kenaikan tersebut, disebabkan oleh faktor cuaca dan juga dikarenakan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi menjelang HBKN,” terangnya.

Lebih lanjut Hendra memastikan bahwa
untuk bahan pangan pokok yang lainnya tidak mengalami kenaikan harga terbilang relatif stabil setelah pemantauan ketersediaan dan harga bahan pangan pokok dilakukan salah satunya di Pasar Hanura.

BACA JUGA:  Adipati Bantah Ada PDP di Way Kanan: Hanya Batuk Biasa

“Ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, dikarenakan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok itu merupakan kebutuhan primer masyarakat yang selalu di butuhkan dan di gunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Hendra juga menambahkan, kegiatan ini dilakukan dengan cara metode survey dan wawancara langsung kepada para pedagang yang terdapat di Pasar Hanura, dan tidak ditemukan adanya produk makanan dan minuman yang melewati kadaluarsa.

“Untuk itu, saya harapkan dengan adanya hasil dari pemantauan ketersediaan dan harga bahan pangan pokok ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait,” tandasnya. (HL-Yudhi).