views

Alat Kelamin Terpotong, Mantri Liar Melarikan Diri

Headlinelampung.com, LAMPUNG BARAT – SA warga Pekon Roworejo Kecamatan Suoh Lampung Barat (Lambar), mantri yang melakukan praktik khitan pada WM (10), yakni salah satu murid sekolah dasar di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), yang mengakibatkan alat kelamin WM terpotong, diduga melarikan diri sejak dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar yang menangani kasus tersebut hingga kini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak keluarga korban, namun menurut informasi, sejak mencuatnya kasus tersebut pelaku sudah tidak ada di tempat atau melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan, mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, membenarkan kabar kaburnya pelaku, hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian keberadaan pelaku.

“Kami masih mencari keberadaannya, sampai sekarang keberadaan SA belum diketahui, jika sudah ada perkembangan akan kami informasikan,” ungkap Made, Minggu (13/10).

Masih menurut made, sejak menerima laporan pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mendalami dan melakukan penyelidikan, namun kami tidak serta merta bisa melakukan penetapan tersangka dan penangkapan.

“Kami perlu mendalami dahulu pasal mana yang akan dikenakan terhadap pelaku, pelaku tidak bisa langsung kita tangkap, salah satu faktor karena pelaku bukanlah petugas kesehatan,” jelasnya

Menurut pemberitaan sebelumnya, proses khitan yang dilakukan SA terhadap WM mengakibatkan alat kelamin WM terpotong, dan berujung pelaporan oleh pihak keluarga WM kepada pihak kepolisian.

Kakek WM, Sugiarto mengatakan, cucunya dikhitan pada Juli lalu oleh SA berbarengan dengan beberapa anak lainnya,”Waktu itu alat kelaimin cucu saya terpotong, lalu kami tanyakan kepada pak SA, dia bilang nanti akan muncul sendiri,” kata Sugiato mendampingi orang tua WM melapor ke Polres Lampung Barat, Senin (30/9/2019).

Setelah satu bulan disunat WM dibawa ke RS Mitra Husada Pringsewu. lantas dirujuk ke Rumah sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). ”Dari sini, cucu saya dibawa ke RS Bumi Waras. Setelah hampir satu bulan tidak bisa buang air kecil. Dokter kemudian membuat lubang untuk saluran kencing baru. Sebab kondisi kemaluannya tertutup setelah tergunting,” jelas Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, sebenarnya masalah tersebut akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja. awalnya SA menyatakan menyanggupi biaya perawatan di rumah sakit. Namun setelah penanganan pertama di rumah sakit, sang mantri liar tidak menunjukkan itikad baik, oleh sebab itu pihak keluarga memutuskan membawa masalah ini ke jalur hukum.

“Kami berharap masalah ini segera ditindaklanjuti, dan pelaku bisa diproses secara hukum,” tegas Sugiarto

Kepala Dinas Kesehatan Lambar Paijo, S.K.M, M.Kes., sebelumnya juga menegaskan, jika terduga pelaku yang menyunat bocah tersebut bukan tenaga kesehatan,“SA ini bukanlah tenaga kesehatan, dan itu sudah lama, sama halnya dengan dukun bayi, tapi masyarakat percaya, sebenarnya saya sangat prihatin dengan kejadian seperti ini,” imbuh Paijo.

“Setahu saya bapak SA ini, anaknya sudah jadi dokter, dan di depan rumahnya itu ada pustu (puskesmas pembantu), tapi kan kembali lagi ke masyarakatnya,” ucap Paijo.

Paijo menduga, SA tak pernah mengikuti sekolah tentang kesehatan. Paijo berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan fasilitas kesehatan resmi untuk keperluan persalinan maupun sunatan dan kesehatan lainnya.

“Kami harapkan kepada masyarakat gunakanlah fasilitas kesehatan yang ada, baik puskesmas maupun rumah sakit, sehingga resiko seperti ini dapat terminimalisir,” imbau Paijo. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Lampung Timur Menghadiri Senam Bersama di Islamic Center dan BMX

Ming Okt 13 , 2019
Headlinelampung.com, […]