views

Tak Sempat Melarikan Diri, Seorang Petugas Jadi Korban Amukan Gajah

Headlinelampung.com, Lampung Barat – Terkait gajah masuk ke pemukiman warga, hingga kini Satuan Petugas (Satgas) tengah melakukan penggiringan gajah-gajah tersebut agar kembali memasuki wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Namun naas, salah seorang anggota satgas dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Wilayah II Liwa Resort Suoh Eko Arifin terluka, kaki Eko patah setelah diserang gajah, saat proses penggiringan di Umbul Kuyung, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Saat proses penggiringan gajah yang beberapa minggu terakhir membuat resah warga Pekon Banding Agung dan Roworejo, Kecamatan Suoh dilakukan masyarakat Talang Umbul Kuyung tanpa komando dari tim penggiringan gajah, warga memblokade dengan berteriak dan menggunakan bunyi-bunyian berupa kentongan, hal tersebut menyebabkan kawanan gajah tersebut berbalik arah dan menyerang satgas.

”Tim menghalau gajah mulai pukul 06.00 WIB, menghindari warga dua dusun agar tidak ramai. Alhamdulillah berhasil masuk TNBBS, namun sekitar pukul 09.00 WIB, diluar dugaan, ternyata masyarakat sekitar membunyikan pentungan dan teriak sehingga gajah panik dan balik arah. Akibatnya salah satu dari kami cedera karena diserang salah satu dari gajah-gajah tersebut,” ungkap Suki, Kepala TNBBS Resort Suoh.

Menurut Sulki, lokasi gajah berada Talang Umbul Pring, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka dengan koordinat 0428342 9409038 di sekitar Tanggamus Elektrik Power (TEP) atau di luar kawasan TNBBS dan berada di sekitar kawasan Hutan Lindung (HL) register 39 Kota Agung Utara.

Tim yang terdiri dari personel TNBBS, bhabinkamtibmas yang dipimpin Kapolsubsektor Suoh Iptu Abu Bakar, WWF, Satpol PP, Peratin Sidoarjo, Peratin Sumberagung, Peratin Banding Agung terus berupaya melakukan penggiringan.

”Kami terus menggiring 12 ekor gajah ke arah kawasan TNBBS koordinat 0425745 9407959 arah Umbul Kuyung, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka,” ujarnya.

Dilanjutkan, ada beberapa kendala dalam proses penggiringan gajah. Yakni banyaknya kendaraan yang melintas memotong jalur penggiringan, medan yang sangat terjal, dan masih dilakukan blokade oleh masyarakat anggota kelompok Hkm Mulya Agung.

”Itu berakibat fatal. Salah satu dari anggota tim diserang gajah liar yang mengakibatkan jatuh dan mengalami patah kaki kiri pada bagian paha,” kata dia.

Sementara, Camat Suoh Novi Andri mengimbau kepada para petugas untuk berhati-hati, dengan tetap memperhatikan keselamatan diri masing-masing. Kemudian kepada masyarakat agar berkoordinasi dan mendengarkan apa yang menjadi perintah dari satgas, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

”Semoga kawanan gajah tersebut bisa segera kembali ke habitat aslinya, sehingga masyarakat bisa kembali tenang dalam melaksanakan aktivitas,” pungkasnya (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Inspektorat Terkesan Lamban Tangani Dugaan Korupsi DD

Sen Okt 14 , 2019
Headlinelampung.com, […]