views

SMPN 1 Gedungaji Baru Selenggarakan Sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009

Headlinelampung, Gedungaji Baru – Sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) tentang Tertib Berlalu Lintas bagi Pelajar di Tulang Bawang antara Polres Tulang Bawang, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, dan Satuan Pamong Praja Kabupaten Tulang Bawang yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang pada 2 Oktober 2019 yang lalu telah diselenggarakan Sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009.

Sosialisasi dilaksanakan di aula SMPN 1 Gedungaji Baru pada Kamis (17/10). Kegiatan diikuti oleh 100-an peserta yang terdiri atas Camat Gedungaji Baru diwakili staf, Penjabat Kepala Kampung Suka Bhakti , Kepala Kampung Batu Ampar, BPK Suka Bhakti, Batu Ampar, Sidang Gunung Tiga, Poldes Suka Bhakti, Ketua dan anggota Komite SMPN 3 Gedungaji Baru, dan Dewan guru dan staf SMPN 1 Gedungaji Baru.

Mengawali sambutannya Kepala SMPN 1 Gedungaji Baru, Rustoyo, S. Pd. mengingatkan kembali tentang Program unggulan Dinas Pendidikan Tulang Bawang yakni Gerakan Ayo Belajar Subuh dan Green School atau Sekolah Sehat.

Sementara itu Subangi, Ketua Komite Sekolah mengajak kepada hadirin khususnya wali murid untuk turut mendukung program pemerintah maupun program sekolah.

Sujoko, S. Pd. yang hadir mewakili Camat Gedungaji Baru turut menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program yang dilaksanakan khususnya Gerakan Ayo Belajar Subuh.

“Belakangan ini ada pemandangan yang berbeda di lingkungan kita. Setiap waktu salat Subuh masjid dan muahala lebih banyak shafnya daripada sebelumnya. Ini tentu dampak dari penerapan Gerakan Ayo Belajar Subuh yang dicanangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Tulang Bawang. Oleh karena itu atas nama pemerintah Kecamatan Gedungaji Baru saya sangat mengapresiasi dan mendukung program Gerakan Ayo Belajar Subuh dan program -program lain yang dilaksanakan di SMPN 1 Gedungaji Baru, ” demikian Sujoko mewakili Camat Gedungaji Baru.

Pada kesempatan itu Kapolsek Penawartama Iptu Timur Irawan yang didaulat menjadi narasumber kegiatan menyampaikan bahwa UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu bersifat mengikat terhadap semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau lebih.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan kendaraan bermotor yang dikemudikan. (pasal 77 ayat 1 UU No. 22/2009). Sedangkan SIM hanya dapat diberikan kepada seseorang yang telah berumur 17 tahun, sesuai dengan KTP yang dimilikinya.

Hal inilah di antaranya yang melatarbelakangi mengapa sosialisasi seperti ini dilaksanakan di SMPN 1 Gedungaji Baru.

Sebagaimana kita ketahui bahwa anak SMP pada umumnya berumur antara 12 sampai dengan 16 tahun. Dari gambaran ini sudah jelas jika mereka mengendarai kendaraan bermotor tentu bertentangan dengan pasal 77 ayat 1 UULJ di atas.

Terkait dengan penegakan hukum atas implementasi Undang-undang ini, Kapolsek dengan tegas mengatakan, ” Undang-undang harus ditegakkan tanpa pandang bulu.”

Secara diplomatis Iptu Timur Irawan melanjutkan,” Di Bandar Lampung peraturan ini lebih mudah diterapkan karena di sana ada angkutan umum. Angkot bisa masuk ke gang di mana sekolah itu berada.”

Terkait dengan hal itu Kapolsek mengharapkan agar wali murid dan tokoh masyarakat dapat mencarikan solusi yang sebaik-baiknya untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi terkait implementasi UU ini.

Dalam acara yang dikemas secara dialogis ini seorang wali murid mengusulkan agar para siswa tetap diizinkan membawa sepeda motor ke sekolah tetapi dengan mengenakan helm/pelindung kepala.

Menanggapi usul tersebut Kapolsek mengatakan bahwa secara prinsip setiap orang tua harus selalu mengawasi dan mendampingi anak-anaknya. Kalau perlu demi keselamatan anak-anak setiap orang tua dapat mengantarkannya ke sekolah dan menjemputnya ketika waktu pulang tiba. Bukan membiarkan anak-anak mengendarai kendaraan bermotor sendiri.

Namun, dengan mengingat banyak hal, usul wali murid tersebut dapat dipertimbangkan. Yang tidak kalah pentingnya adalah selalu mengingatkan bahaya mengendarai kendaraan bermotor bagi anak-anak. Karena pada umumnya jiwa mereka masih labil.

Mengakhiri kegiatan sosialisasi, wali murid dan tamu undangan mendeklarasikan menolak hoaks, radikalisme, dan terorisme demi situasi kondusif yang aman, damai, dan sejuk menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. (rus/ogi)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pilkades Identik Serangan Fajar, Ketua FKW. KP Menghimbau Pilkades Kondusif

Sab Okt 19 , 2019
Headlinelampung.com, […]