views

Korcam Pendidikan Gedong Tataan Ajak Main Mata Dengan Wartawan

Headlinelampung.com, Pesawaran – Terkait dugaan penyimpangan BOS, dan tidak transparan dalam pelaksanaan. Yang di lakukan oleh ,Sri Agustini Kepala Sekolah Negri (SDN) 28 Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.

Kordinator Kecamatan ( Korcam) Gedong Tataan, Pesawaran, meminta untuk tidak mempublikasikan pemberitaan terkait dugaan penyimpangan dana BOS dan lain sebagai nya yang terjadi di SDN 28 Sungai Langka.

Seperti nya sejumlah pegawai di Korcam Pendidikan Kecanatan Gedong Tataan, mau upaya ‘main mata’ dengan wartawan.

,” pokoknya di stop dan jangan ada pemberitaan lagi tentang itu. Stop sampai di sini, nanti di tutup, dan jalan keluar nya sudah ada,” ujar seorang wanita yang tidak menyebut namanya menggunakan ponsel Hartono yang mengaku staf Korcam Pendidikan Kecamatan Gedong Tataan. Senin (21/10) kemarin.

Ia pun mengatakan pihaknya juga telah memanggil kepala Sekolah atau yang bersangkutan.

Sementara itu. Hartono, yang lebih dahulu menghubungi wartawan ini. Melalui sambungan ponsel nya, mengatakan akan bertemu wartawan untuk menyelesaikan dengan wartawan.

,” Pak, besok kita ketemu Selas ( 22/10) pukul.10.00. Wib. Ya, Apa sore ini, saja saya menemui Bapak (waratawan),” ujar Hartono, Selasa ( 21/10) via ponsel.

Saat di singgung mengenai tujuan untuk jumpa, pada wartawan. Ia, hanya mengatakan mau ketemu dengan Bapak, wartawan. Untuk, tidak lagi memberitakan.

Karna sudah ada titipan dari Kepsek dan kita akan menemui bapak, Wartawan.

Di beritakan sebelum nya, 8 (delapan) dewan guru SDN 28 Sungai Langka, membongkar borok oknum Kepsek melalui, pernyataan hitam dia atas putih yang di tandatangani.

Lapiran dugaan kecurangan oknum kepsek, sebagai berikut. Kepsek, jarang datang ke SD, maksimal hanya 2 kali datang dalam satu minggu itu pun hanya sebentar tanpa alasan pergi lagi.

Keuangan BOS tidak transparan, kebutuhan sekolah sangat tidak terpenuhi terutama ATK, bendahara di SD tidak difungsikan sebagai mana mestinya, dalam satu triwulan SDN 28 Gedong Tataan, mendapat dana BOS Rp. 24. 000.000. di pegang oleh kepsek tanpa melibatkan bendahara.

Parahnya lagi, guru honor sekolah hingga saat ini tidak di bayar.

Laporan pertanggung jawaban anggaran BOS Fiktif, karna tidak sesuai laporan yang ada. Mendapat dana rehap wc/toilet sekolah juga di duga fiktif karna hingga saat ini belum juga terealisasi fisik nya.

Ketiak sejumlah dewan guru meminta dana bantuan untuk perpisahan kepsek. Tidak di beri. Aneh nya lagi, sejumlah orang kerap mencari oknum Kepsek dengan alasan akan menemui kepsek urusan pribadi, utang.

Tak jarang, orang yang datang ke sekolah marah-marah karna Kepsek selalu menghindar dan tidak ada di tempat.

Sementara itu, Yahtar Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, mengatakan terlebih dahulu pihaknya akan mempelajari persoalan kebenara nya.

,” ya kita tunggu dewan guru secara tertulis melapor ke Dinas. Kita juga segera mungkin akan memanggil oknum kepsek dan sejumlah dewan guru,” singkat Yahtar, ketika di hubungi via ponselnya Senin (21/10).

Di hari yang sama, wartawan ini berupaya menghubungi Sri Agustini, selaku kepsek SDN 28 Sungai Langka, meskipun nomor ponsel nya dalam keadaan aktif namun beberapa di hubungi yang bersangkutan tidak menjawab sambungan via ponsel. (Agung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wabup Pringsewu Ajak PMII Bersinergi Membangun Pringsewu

Sel Okt 22 , 2019
Headlinelampung.com, […]