views

Pemkab Lamteng Siap Songsong New Normal Life

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Pemkab Lampung Tengah (Lamteng), siap menyongsong ditetapkannya new normal life atau tatanan kehidupan baru, yang akan dimulai pada 2 Juni 2020 mendatang.

Hal itu ditegaskan Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes), dr Otniel dan Kepala RS Demang Sepulau Raya, dr Hasril, Jumat (29/5/2020).

Loekman menjelaskan, warga Lamteng yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 25 orang. Namun, 12 orang dari 25 pasien yang positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh, dengan rincian 10 sudah dikembalkan kerumah masing-masing, dan 2 orang sedang dalam proses mendapatkan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan.

“Surat keterangan sehat itu, sebagai bukti untuk warga dan aparatur kampung bahwa pasien positif tersebut telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 melalui dua kali test swab, agar tidak ada penolakan oleh warga,” ujarnya.

Dijelaskan Loekman, untuk jumlah pasein dalam pantauan (PDP) Covid-19 sebanyak 19 orang, orang tanpa gejala (OTG) 386 orang, orang dalam pantauan (ODP) 322 orang, serta jumlah pelaku perjalanan 31.417 orang.

Selanjutnya, lanjut dia, jumlah warga yang selesai dipantau sebanyak 1.429 orang lebih, dan yang sedang dalam pantauan sebanyak 2.700 orang lebih.

“Sedangkan, untuk penanganan pasien Covid-19, kami sudah siap 7 kamar di RSDSR. Bahkan, saat ini sedang proses penambahan ruangan di RSDSR sebanyak 22 kamar,” tukasnya.

Bupat Lamteng juga menyatakan, sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kebijakan pemerintah pusat terkait new normal life, dengan terus mensosialisasikan ke masyarakat dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Karena, lanjut Loekman dalam penerapan new normal life, bisa saja akan terjadi lonjakan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, karena dari diam di rumah saja, lalu di normalkan kembali.

Hal ini katanya lagi adalah sebagai bentuk pembelajaran terhadap masyarakat agar ikut bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Seperti upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, semata-mata hanya untuk melindungi warganya agar tidak terpapar virus berbahaya tersebut.

“Diharapkan new normal life, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kesehatan tu menjadi tanggung jawab masing masing individu,” terangnya.

Loekman menjelaskan, hanya tinggal bagaimana masyarakat menyikapinya, karena pemerintah terus menganjurkan warga agar selalu mengikuti protokol kesehatan yang baku.

“Beraktivitas selalu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun,
menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang melibatkan orang banyak serta berdoa,” imbuhnya.

Jadi, lanjut dia, masyarakat harus selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan tersebut, agar bebas dari Covid-19.

Bupat Lamteng telah mengambil kebijakan untuk kembali memperbolehkan warga beribadah secara berjamaah sesuai dengan agama masing-masing.

Sebagai percobaan tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Jika di lapangan terbukti, tidak mengikuti protokol kesehatan maka tindakan penyelamatan akan dilakukan. Karena, pada 2 Juni mendatang TNI, Polri dan Pemkab Lamteng akan melaunching new normal life di Tugu Pepadun.

“Bagi pelanggan protokol Kesehatan akan diberikan sangsi sesuai dengan kesalahan. Begitu juga dengan pelaku ekonomi di pasar harus tetap menjaga protokol Kesehatan,” imbuhnya.

Bupati Lamteng kembali mengimbau warga jangan menolak pasien yang telah nyatakan sembuh dari perawatan darn paparan pasien Covid-19.

“Virus corona tidak mematikan, karena yang mematikan adalah penyakit bawaannya,” pungkasnya. (Gunawan)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Loekman Salat Jum’at Perdana di Mesjid Istiqlal Bandarjaya

Jum Mei 29 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]