views

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Sekretaris DPRD Kota Metro Laporkan Media Online ke Polisi

HEADLINELAMPUNG, METRO – Sekretaris DPRD Kota Metro, Budiyono melaporkan media online Tipikornewsonline dan akun youtube Tipikornews Channel ke polisi.

Laporan tersebut atas pemberitaan dan penyebaran konten YouTube di media sosial, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut, sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi, nomor STTPL/217-B/V/2020/LPG/RES METRO, tanggal 20 Mei 2020, atas dugaan pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (3) Undang-undang nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016, juncto pasal 310 dan 311 KUHP.

“Media online Tipikornews dan pemilik akun YouTube Tipikornews Channel, telah menyebarkan berita dan konten YouTube di media sosial dengan data yang tidak benar dan menyudutkan,” kata Budiyono, Senin (1/6/2020).

Menurutnya, atas pemberitaan pada media online dan konten YouTube yang tidak mengindahkan acuan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), pihaknya merasa dirugikan bukan hanya ranah kedinasan, tapi juga keluarga.

“Saya melaporkan media online dan pemilik akun YouTube untuk mencari kebenaran. Kami telah bekerja sesuai dengan aturan,” ujar Budiyono.

Senada, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kota Metro, Ade Erwinsyah, mengungkapkan jika pihaknya telah menghubungi pemilik media untuk menjelaskan persoalan yang menjadi materi pemberitaan.

“Namun, berita yang yang diterbitkan tidak sesuai dengan penjelasan yang diberikan, bahkan materinya dipenggal,” jelasnya.

Diterangkan, munculnya pemberitaan yang menyudutkan pribadinya dan sekretaris DPRD, bermula ketika pemilik media tidak terima atas penjelasan bahwa DPRD Kota Metro menerapkan pembayaran non tunai dan menggunakan Standar Satuan Harga (SSH) dalam menjalin kemitraan dengan media massa.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sekretaris DPRD Kota Metro, Hanafi dari Kantor Pengacara Eni Mardiyantari SH dan Rekan menyebutkan, kliennya melaporkan media online dan akun youtube Tipikornews Channel, karena konten yang disebarkan melalui media sosial spesifik menyebut nama.

“Seperti unggahan Jurus pamungkas Sekwan Budiyono Kuras Anggaran, melalui akun youtube Tipikornews Channel,” terang Hanafi.

Ia juga membeberkan, berdasarkan kajian yang dilakukannya, produk yang dikeluarkan media online Tipikornews bukanlah produk jurnalistik, karena websitenya  tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur oleh UU Pokok Pers.

“Bahkan, media Tipikornews tidak tercantum dalam database Dewan Pers sebagai media yang terverifikasi, sehingga produknya bukan produk jurnalistik, tidak dapat berlindung pada UU Pers,” ungkapnya. (dwi)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Plt Bupati Lampung Utara Peringati Hari Kelahiran Pancasila

Sen Jun 1 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]